Kim Jong-un Periksa Kapal Selam Terbaru Korut

    Arpan Rahman - 23 Juli 2019 15:06 WIB
    Kim Jong-un Periksa Kapal Selam Terbaru Korut
    Kim Jong-un memeriksa kapal selam terbaru Korea Utara. Foto: AFP.
    Pyongyang: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un memeriksa kapal selam terbaru. Ia memberi perhatian khusus pada sistem persenjataan tempur maritim.

    Kapal selam itu akan dikerahkan ke Laut Timur, juga dikenal sebagai Laut Jepang, kantor berita resmi Korut, KCNA melaporkan Selasa 23 Juli, tanpa mengungkapkan spesifikasinya atau lokasi inspeksi.

    "Pemimpin Tertinggi mempelajari secara terperinci tentang data operasional dan taktis serta sistem senjata tempurnya," kata KCNA, seperti dikutip AFP.

    Inspeksi itu dilakukan satu pekan setelah Pyongyang memperingatkan latihan militer Amerika Serikat-Korea Selatan bulan depan "akan memengaruhi" usulan perundingan nuklir tingkat kerja dengan Washington.

    Usul itu telah disepakati Kim dan Presiden Trump selama pertemuan dadakan di Zona Demiliterisasi yang membagi kedua Korea pada 30 Juni. Namun tidak ada pertemuan antara kedua belah pihak sejak itu.

    Hampir 30.000 tentara AS ditempatkan di Korsel dan latihan tahunan mereka dengan puluhan ribu tentara Korsel selalu membuat marah Korut. Pyongyang mengutuk manuver sebagai latihan untuk invasi.

    Korut dalam sepekan terakhir mengecam latihan militer mendatang sebagai tekanan terang-terangan pada Pyongyang dan pelanggaran semangat dari pernyataan bersama yang ditandatangani Trump dan Kim dalam pertemuan bersejarah mereka di Singapura tahun lalu.

    Kecaman itu muncul, meskipun latihan telah diperkecil guna memfasilitasi dialog dengan Korut. Sementara Trump mengatakan Senin, terjadi "korespondensi yang sangat positif dengan Korut".

    "Sekali lagi tidak ada pengujian nuklir, tidak ada apa-apa," katanya, disitat dari Channel News Asia, Selasa 23 Juli 2019.

    Washington sebelumnya bersikeras soal denuklirisasi lengkap Korut sebagai syarat mencabut sanksi AS.

    Kegagalan mencapai kata kesepakatan tentang keringanan sanksi dan apa yang bersedia Korut berikan sebagai balasannya menyebabkan rontoknya KTT kedua pemimpin, yang diadakan pada Februari di Hanoi.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id