Brenton Tarrant dan Manifesto Mengincar Muslim Selandia Baru

    Fajar Nugraha - 15 Maret 2019 21:06 WIB
    Brenton Tarrant dan Manifesto Mengincar Muslim Selandia Baru
    Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP).
    Wellington: Brenton Tarrant, warga Australia ini merupakan pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. Sebelum melakukan aksi terornya, Tarrant menulis sebuah manifesto.

    Baca juga: Korban Tewas Penembakan Selandia Baru Bertambah.

    Manifesto ‘The Great Replacement’ ini berisi 73 halaman dan berisi keinginannya untuk menyerang Muslim. Judul dokumen tersebut memiliki nama yang sama dengan teori konspirasi yang berasal dari Prancis.

    Dokumen Prancis itu meyakini bahwa populasi Eropa dipindahkan di tanah air mereka oleh kelompok imigran dengan tingkat kelahiran yang lebih tinggi. Adapun manifesto itu menyebutkan Tarrant sebagai seorang lelaki kulit putih kelahiran Australia berusia 28 tahun dari keluarga berpenghasilan rendah.

    Dia mengatakan bahwa poin utama dalam radikalisasi adalah kekalahan pemimpin sayap kanan Prancis Marine Le Pen dalam pemilihan umum Prancis 2017, dan kematian Ebba Akerlund berusia 11 tahun dalam serangan truk Stockholm 2017.

    Perdana Menteri Australia Scott Morrison pada Jumat mengkonfirmasi bahwa penyerang di Masjid al Noor adalah warga Australia.

    "Kami berdiri di sini dan mengutuk, benar-benar serangan yang terjadi hari ini oleh seorang teroris ekstremis, sayap kanan, dan kejam," kata Morrison pada konferensi pers, seperti dikutip AFP, Jumat, 15 Maret 2019.

    Pihak berwenang Selandia Baru mengatakan bahwa tiga orang telah ditangkap, tetapi identitas mereka tidak dipublikasikan.

    Baca juga: PM Australia: Teroris yang Menyerang Masjid di Selandia Baru.

    AFP mengonfirmasi keaslian video streaming langsung sebagian dengan mencocokkan fitur khas di masjid yang terlihat di rekaman dengan gambar yang tersedia secara online.

    Ini termasuk pagar, kotak pos, dan pintu di pintu masuk masjid. Di dalam masjid, rekaman pria bersenjata itu menunjukkan karpet hijau bermotif berbeda yang juga cocok dengan gambar yang ditandai di Google Maps sebagai berada di lokasi yang sama.

    Audio navigasi satelit juga dapat terdengar dalam video ketika pria bersenjata itu pergi ke masjid, yang dilacak AFP di Google StreetView yang menunjukkan rutenya untuk dua kilometer yang menuju ke sana.

    Pria bersenjata itu hanya berbicara sesekali ketika di dalam mobil, berbicara dengan suara yang terdengar seperti aksen Australia. Tulisan khusus pada senjata penembak yang terlihat di rekaman juga cocok dengan gambar yang diposting di akun Twitter menggunakan nama yang sama yang diposting manifesto.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id