Usai Insiden Ledakan, Tambang Selandia Baru Dibuka

    Marcheilla Ariesta - 21 Mei 2019 13:00 WIB
    Usai Insiden Ledakan, Tambang Selandia Baru Dibuka
    Pembukaan kembali Tambang Park River, Selandia Baru. (Foto: AFP).
    Wellington: Tambang batu bara di Selandia Baru kembali dibuka. Tambang ini ditutup selama sembilan tahun usai ledakan yang menewaskan 29 orang pada 2010 lalu.

    "Hari ini kami kembali," kata Andrew Little, menteri yang ditunjuk untuk mengawasi pembukaan kembali tambang, dilansir dari laman AFP, Selasa, 21 Mei 2019.
    "Selandia Baru bukan negara di mana 29 orang bisa mati di tempat kerja tanpa akuntabilitas nyata. Itu lah sebabnya hari ini kami memenuhi janji," imbuh dia.

    Para ahli mengatakan tambang tersebut terlalu berbahaya untuk dimasuki. Pasalnya, ledakan kala itu dipicu oleh penumpukan gas metana yang mudah terbakar.

    Saat tambang ditutup, keluarga para korban marah. Mereka menginginkan agar bisa mencari jenazah mereka yang terkubur akibat ledakan.

    Saking kontroversialnya, Perdana Menteri Jacinda Ardern yang terpilih pada 20167 secara khusus menunjuk Andrew Little untuk mengawasi pembukaan kembali pertambangan. 

    Akibat ledakan kala itu, 29 orang tewas, diantaranya adalah 24 warga Selandia Baru, dua warga Australia, dua warga Inggris dan seorang warga Afrika Selatan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id