Langkah Beradab Aung San Suu Kyi Hadapi Persidangan Rohingya

    Marcheilla Ariesta - 22 November 2019 19:09 WIB
    Langkah Beradab Aung San Suu Kyi Hadapi Persidangan Rohingya
    Para pengungsi etnis Rohingya. (Foto: AFP).
    Jakarta: Gambia mewakili negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengajukan gugatan terhadap Myanmar atas kasus kekerasan terhadap etnis Rohingya. Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi ditunjuk untuk memimpin delegasi menghadapi persidangan di Pengadilan Internasional (ICJ) Den Haag.

    Menurut anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Willy Aditya, memandang rencana Myanmar tersebut sebagai langkah maju dan pilihan yang beradab. Menurutnya, langkah menghadapi gugatan ini beradab dan harus menjadi preseden dalam menyelesaikan masalah hukum.

    "Sudah cukup lama mereka saling bantah di media massa dalam kasus Rohingya ini. Myanmar membantah telah melakukan genosida dengan alasan memberantas separatis," kata Willy, dalam pernyataan yang diterima Medcom.id, Jumat 22 November 2019.

    "Sementara pihak lain menuduh telah terjadi pembantaian massal. Masalah kemanusiaan yang demikian ini tidak akan selesai dengan hanya saling berbantahan. Membuktikan di pengadilan adalah langkah yang beradab," imbuhnya.

    Menurut Willy, isu Rohingya sudah menjadi perhatian Indonesia, juga DPR. Upaya-upaya kemanusiaan terkait isu ini telah dilakukan Indonesia bahkan hingga ke forum-forum internasional.

    Willy menambahkan, upaya tersebut termasuk dunia internasional untuk memasuki wilayah konflik.

    "Marzuki Darusman pernah menjadi pimpinan tim pencari fakta PBB di kasus Rohingya. Ini adalah bukti kepercayaan dunia terhadap kepemimpinan Indonesia. Kasus ini merupakan kasus kemanusiaan maka perlu dicari jalan untuk menyelesaikannya, bukan mengembangkan narasi kebencian yang justru memperkeruh masalah," serunya.

    Willy mengatakan, Indonesia yang akan menjadi anggota Dewan HAM PBB dapat meningkatkan peran aktifnya untuk perdamaian dunia, termasuk untuk masalah ini. 

    "Genosida yang dituduhkan kepada Myanmar adalah masalah serius kemanusiaan. Dia tidak berasal dari keyakinan keagamaan apapun. Penyelewengan kekuasaan lah yang paling bisa membuat terjadinya genosida," pungkasnya.

    Penasihat Negara Myanmar, Aung San Suu Kyi memimpin delegasi negaranya menghadapi tuduhan genosida di pengadilan tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Baik militer dan pemerintah sipil sama-sama berada di belakang Suu Kyi.

    Kasus Rohingya ini akan menjadi kasus ICJ pertama yang dihadapi Myanmar. 

    Sekitar 740 ribu warga etnis Rohingya melarikan diri melewati perbatasan ke kamp-kamp pengungsi Bangladesh. Insiden ini terjadi kala adanya laporan kekerasan yang dilakukan oleh militer Myanmar.
     
    Para pengungsi mengatakan mereka dibunuh, diperkosa, dan rumah-rumah mereka dibakar. Penyelidik PBB mengatakan tindakan militer Myanmar sebagai genosida etnis.



    (WAH)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id