Virus Korona

    Tiongkok Kolaborasikan Obat Tradisional dan Modern Atasi Korona

    Marcheilla Ariesta - 04 Februari 2020 15:37 WIB
    Tiongkok Kolaborasikan Obat Tradisional dan Modern Atasi Korona
    Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian. Foto: Medcom.id/Hariyanti.
    Jakarta: Tiongkok masih belum menemukan obat untuk menyembuhkan virus Novel Coronavirus (nCoV). Meski demikian, jumlah pasien nCoV yang terjangkit virus ini sudah semakin banyak.

    Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian mengatakan, mereka menggabungkan pengobatan tradisional dan modern untuk menyembuhkan wabah ini.

    "Pengobatan dan obat yang digunakan mungkin harus dijawab ahli-ahli di negara kami. Tetapi yang saya bisa konfirmasi bahwa sekarang, ahli-ahli Tiongkok menggunakan baik cara medis tradisional Tiongkok dan cara medis yang western (modern) dan menggabungkannya," tutur Dubes Xiao dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa 4 Februari 2020.

    Xiao menambahkan, dengan kedua cara itu, maka kemajuan dari penyembuhan pasien cukup baik. Selain itu, para ahli melakukan penelusuran penyakit ini.

    Menurut Dubes Xiao, para ahli tengah mengidentifikasi patogen, menetapkan pedoman diagnosis, dan pengobatan serta skema pemantauan darurat. Para ahli Tiongkok juga menerapkan kebijakan 'satu orang, satu rencana perawatan' yang dilakukan untuk meminimalkan kematian.

    Dengan langkah ini, terbukti angka warga yang sembuh lebih banyak ketimbang yang meninggal dunia. Pada 3 Februari 2020, Komisi Kesehatan Nasional Tiongkok mengatakan ada 632 pasien yang sembuh. Jumlah ini melebihi angka meninggal dunia yang mencapai 425 orang.

    "Wabah ini juga menunjukkan beberapa tanda positif. Sampai 2 Februari 2020, tingkat pertumbuhan yang terdiagnosis kumulatif terus menurun, tingkat pertumbuhan mencapai rekor terendah dari 64,54 persen pada 27 Januari, menjadi 19,65 persen pada 2 Februari," terangnya.

    Dubes Xiao menegaskan bahwa virus nCoV ini dapat dicegah, disembuhkan dan dikendalikan.

    "Virus ini bisa disembuhkan. Pasien ringan secara bertahap akan pulih sekitar seminggu setelah terinfeksi. Pasien yang agak serius (kondisinya) mungkin membutuhkan waktu dua minggu atau lebihm," jelas Dubes Xiao.

    Tiongkok, kata Xiao, akan terus bekerja melawan virus tersebut. Mereka berjanji proses penanganan virus akan dilakukan secara terbuka, transparan dan bertanggung jawab.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id