Perdamaian Jadi Alasan Palestina Tolak Proposal AS

    Marcheilla Ariesta - 05 Februari 2020 16:21 WIB
    Perdamaian Jadi Alasan Palestina Tolak Proposal AS
    Warga Palestina menentang proposal perdamaian Timur Tengah dari Amerika Serikat. Foto: AFP
    Jakarta: Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia Taher Ibrahim Hamad mengatakan, negaranya mengecam proposal Perdamaian Timur Tengah yang diumumkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Mereka mengatakan keputusan menolak tersebut berdasarkan perdamaian.

    "Kami ingin meyakinkan perdamaian adalah dasar keputusan strategis kami untuk menyetujui keputusan dan resolusi internasional," kata Taher dalam konferensi pers 'Dukungan untuk Masalah Palestina dan Menolak Kesepakatan Abad Ini yang Ilegal' di Kedutaan Besar Palestina di Jakarta, Rabu 5 Februari 2020.

    Inisiatif Perdamaian Arab dan Solusi Dua Negara untuk kemerdekaan Palestina dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya, menurut Taher, telah disetujui pada Juni 1967. Keputusan ini juga dengan mencari solusi untuk para pengungsi.

    "Kami mengonfirmasi komitmen dan penghargaan kami kepada hukum internasional," imbuh Taher.

    Menurut dia, semua resolusi dan inisiatif yang disetujui itu memiliki solusi untuk memberantas kekerasan, ekstremisme, dan terorisme. Taher menambahkan, mereka mempertimbangkan kemitraan mereka dengan komunitas internasional.

    Palestina juga menambahkan pengambilan keputusan mereka sesuai dengan tanggung jawab sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

    Taher mengucapkan terima kasih atas dukungan organisasi internasional dan negara-negara di segala penjuru dunia yang telah menolak kesepakatan Trump tersebut.

    "Dan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Indonesia untuk dukungan kepada Palestina dengan berpegang pada Solusi Dua Negara," tuturnya.

    Dalam kesempatan yang sama, Wakil Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Ahimsa Sukartono menegaskan kembali posisi Indonesia atas Kesepakatan Perdamaian Trump tersebut.

    "Indonesia menegaskan kembali bahwa Indonesia secara konsisten berpegang teguh pada amanah konstitusi. Penyelesaian isu Palestina didasarkan pada two state solution yang menghormati hukum internasional dan parameter dunia internasional," ungkapnya.

    Ahimsa menambahkan Indonesia akan terus mendorong kembali dialog dengan pihak-pihak terkait demi tercapainya perdamaian dan stabilitas abadi di Palestina.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id