Sudah Saatnya Asia Berkontribusi Nyata di Hukum Internasional

    Fajar Nugraha - 15 Oktober 2019 13:38 WIB
    Sudah Saatnya Asia Berkontribusi Nyata di Hukum Internasional
    Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana (paling kiri). Foto: Medcom.id/Fajar Nugraha
    Jakarta: Kalangan akademisi sudah sepatutnya bergerak untuk menulis jurnal atau melakukan banyak riset mengenai hukum internasional. Karya asli dari Indonesia bisa mewakili Asia dalam mengembangkan hukum internasional.

    Pada Konferensi Internasional, Development of International Law in Asia (DILA) pada Selasa 15 Oktober 2019 di Kementerian Luar Negeri, diharapkan bisa memunculkan perhatian terhadap hukum internasional yang membumi di Asia dan Indonesia.

    “Kenapa kita katakan perlu membumi di Indonesia karena yang paling relavan saat ini adalah karena Indonesia mempromosikan Outlook ASEAN on Indo-Pasific. Dimana salah satu prinsipnya adalah hukum internasional, karena elemennya adalah hukum inter maka kita harus memahami hukum ini,” ujar Direktur Jenderal Hukum dan Perjanjian Internasional Kementerian Luar Negeri RI Damos Dumoli Agusman.

    “Kadang-kadang publik tidak terlalu paham apa itu hukum internasional, mungkin karena dosennya agak sulit mengajarkannya. Kemlu merasa perlu hukum internasional ini perlu kita sosialisasikan dan publikasikan,” tegaskan.

    Mendorong tulisan ilmiah berkaitan dengan hukum internasional menjadi perhatian dari Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia Hikmahanto Juwana.

    “Kita harus membentuk suatu jurnal tulisan-tulisan ilmiah berkaitan hukum internasional di Asia. Maka perlu juga bentuk Asian  Year Book of International Law in Asia. Di dalamnya, cerita tentang tulisan para pakar dari berbagai negara di Asia serta perspektif Asia terhadap suatu isu,” tuturnya.

    “Praktik-praktik negara, misalnya Indonesia, kita sudah membuat UU perjanjian internasional, sudah ada putusan MK terkait UU perjanjian internasional. Nah cerita-cerita dalam praktik-praktik negara idenya adalah supaya dunia tahu bahwa ternyata di Asia hukum internasional turut dipraktikan,” tegas Hikmahanto.

    Hikmahanto menambahkan,  pentingnya mensosialisasikan pembentukan hukum internasional di kalangan masyarakat Asia. sehingga masyarakat Asia punya suara ketika berbicara tentang pembentukan hukum internasional. Salah satu contoh paling jelas mengenai kontribusi ini adalah munculnya istilah ‘Negara Kepulauan’ dari Indonesia dan diadopsi oleh United Nations Convention for the Law of the Sea (UNCLOS). Hal ini kemudian menjadi norma dan diakui masyarakat internasional.

    “Harapan kita, aturan-aturan yang ada dalam hukum internasional, tidak semata-mata dari Eropa atau mereka yg punya pengaruh tradisi Eropa. Tetapi juga dari negara-negara Asia,” ucap Hikmahanto.

    Besar harapan bagi Hikmahanto bahwa Indonesia bisa juga membuat suatu buku pelajaran yang kasus dan materi serta rujukan pasal, peraturan perundang-undangan, praktik-praktik surat dari Kementerian Luar Negeri RI.

    “Jadi supaya mahasiswa kita bisa memahami dan bisa punya perspektif, bahwa kalau misalnya mereka ke luar negeri nanti bernegosiasi dengan mitra-mitranya dari negara lain perspektif Indonesia yang harus dikedepankan. Karena saya khawatir kalau mereka menggunakan buku dari luar negeri, rujukan-rujukan luar negeri atau perspektif dari Eropa yang berpengaruh justru yang diteruskan. Kita akan coba mengatakan bahwa asia juga seharusnya punya suara karena hukum internasional ini bukan hanya hukum dari Eropa,” tegasnya.

    Sebagai Ketua DILA, Hikmahanto mengingatkan kalau Asia tidak mempunyai wadah terutama dalam bentuk jurnal, maka Asia tidak akan pernah didengar dunia.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id