Menelusuri Hilangnya Lima WNI di Laut Taiwan

    Fajar Nugraha - 12 Agustus 2019 08:21 WIB
    Menelusuri Hilangnya Lima WNI di Laut Taiwan
    Ilustrasi oleh Medcom.id.
    Taipei: Warga negara Indonesia (WNI) dikenal banyak yang bekerja di kapal nelayan asing seperti di Taiwan. Tak kurang bahaya pun mengancam.

    Ini yang dialami oleh lima orang awak WNI yang bekerja untuk kapal Taiwan Chuan Yi Tsai No. 1. Kapal yang terdaftar di Yilan itu dilaporkan hilang pada Selasa 6 Agustus. Selain lima awak, seorang warga Taiwan yang merupakan kapten kapal juga hilang.

    “Kapal menuju perairan lepas pantai timur Taiwan,” kata pemiliknya.

    “Kapal itu semula dijadwalkan kembali pada 4 Agustus, tetapi sudah tidak ada kontak sejak pukul 1.00 malam. Selasa,” imbuh pemiliknya, tanpa menjelaskan perbedaan tanggal.

    Pemilik kapal mengakui, lokasi terakhir kapal yang diketahui adalah 19 mil laut di sebelah timur Suao Township, Yilan. Kapal itu dipenuhi enam orang di atas kapal, kapten berusia 66 tahun yang bermarga Lai dan lima awak Indonesia.

    Coast Guard Administration (CGA) Taiwan dan pihak Jepang mereka mengirim kapal dan helikopter untuk mencari kapal yang hilang.

    Setelah menerima informasi dari penjaga pantai Jepang, sebuah kapal patroli CGA menemukan sebuah kapal penangkap ikan terbalik dua dan mengambang di perairan dekat Kepulauan Diaoyutai sekitar pukul 7.00 pagi pada Rabu.

    Meskipun kapal patroli tidak dapat mengkonfirmasi apakah kapal terbalik itu adalah Chuan Yi Tsai No. 1, karena visibilitas yang buruk, sebuah jaket pelampung, di mana dicetak nama mantan kapal dalam karakter Tiongkok tradisional, ditemukan di tempat kejadian.

    Kapal CGA harus meninggalkan tempat karena angin kencang dan laut yang kasar, dengan Topan Lekima mendekat. Misi pencarian dan penyelamatan akan dilanjutkan segera setelah cuaca memungkinkan, kata CGA.

    “Coast Guard Taiwan dan Jepang telah menemukan reruntuhan yang diduga kuat adalah kapal ikan berbendera Taiwan CT4-1103 yg dilaporkan hilang pada 6 Agustus 2019. Terdapat 5 ABK WNI dalam kapal tersebut,” ujar Plt Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI Joedha Nugraha.

    “Hingga saat ini para ABK WNI belum ditemukan. Upaya SAR terkendala dengan adanya Badai Lekima,” imbuhnya.

    Joedha menambahkan, pihak Kemenlu RI menghubungi para keluarga ABK dan akan terus melaporkan perkembangan terakhir.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id