Melonjak Tajam, Korban Ledakan Sri Lanka Jadi 137 Orang

    Willy Haryono - 21 April 2019 14:31 WIB
    Melonjak Tajam, Korban Ledakan Sri Lanka Jadi 137 Orang
    Ambulans bersiaga di depan sebuah gereja di Colombo, Sri Lanka, 21 April 2019. (Foto: AFP)
    Colombo: Jumlah korban tewas enam ledakan di Sri Lanka melonjak tajam, dari laporan awal 20 menjadi 137 orang, Minggu 21 April 2019. Ledakan di tiga gereja dan tiga hotel itu juga melukai sekitar 400 orang.

    Angka terbaru korban jiwa dan tewas dilaporkan beberapa sumber kepolisian dan rumah sakit kepada kantor berita AFP. Di Colombo, ledakan mengguncang tiga hotel dan sebuah gereja. Sementara dua gereja tersisa yang diguncang ledakan berada di luar Colombo.

    Asal muasal ledakan belum diketahui, yang pertama kali terjadi sekitar pukul 08.45 waktu setempat. Hingga saat ini belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan.

    Perdana Menteri Sri Lanka Ranil Wickremesinghe mengecam keras keenam ledakan ini via akun Twitter. "Saya mengecam keras serangan pengecut yang terjadi hari ini. Saya meminta semua warga Sri Lanka untuk tetap kuat dan bersatu," ujar PM Wickremesinghe, dikutip dari laman BBC.

    "Tolong jangan menyebarkan spekulasi atau informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Pemerintah sedang berusaha keras mengatasi situasi ini," sambung dia.

    Pemerintah Sri Lanka telah menyerukan diadakannya rapat darurat terkait enam ledakan. "Pertemuan darurat segera dilakukan. Operasi penyelamatan sedang berjalan," tulis Menteri Reformasi Ekonomi dan Distribusi Publik Harsha de Silva di Twitter.

    Presiden Sri Lanka Maithripala Sirisena mengaku terkejut atas ledakan hari ini. Ia meminta semua masyarakat Sri Lanka untuk tetap tenang.

    Ledakan pertama dilaporkan terjadi di gereja St Antony's Shrine, kemudian gereja di Colombo dan St Sebastian's Church di Negombo yang berlokasi di luar ibu kota.
     
    Puluhan orang yang terluka dalam ledakan di St Antony's Shrine dilarikan ke Rumah Sakit Nasional Colombo pada pagi hari.

    Sedikitnya salah satu korban tewas berasal dari Cinnamon Grand Hotel yang berlokasi di dekat kediaman PM Sri lanka. Seorang staf hotel mengatakan ledakan juga merusak sebuah restoran.

    Media lokal Sri Lanka melaporkan beberapa wisatawan asing mungkin termasuk dari deretan korban tewas atau luka. Duta Besar RI untuk Sri Lanka I Gusti Ngurah Ardyasa mengatakan belum ada laporan mengenai korban Warga Negara Indonesia (WNI).

    "Sampai saat ini belum ada laporan WNI yang jadi korban," kata Dubes Ardyasa kepada Medcom.id.

    Baca: Tidak Ada Laporan WNI Jadi Korban Ledakan Sri Lanka



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id