• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 14 NOV 2018 - RP 51.052.810.215

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Konsep Indo Pasifik Milik Indonesia Patut Diperhitungkan

Sonya Michaella - 08 November 2018 18:00 wib
Mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd
Mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd (Photo:Medcom.id/Sonya)

Jakarta: Indonesia bakal memaparkan konsep Indo Pasifik-nya di KTT ASEAN, tepatnya di East Asia Summit, pekan depan. Mantan Perdana Menteri Australia Kevin Rudd menilai langkah Indonesia ini sangat diperhitungkan dunia internasional.

“Konsep Indo Pasifik milik Indonesia patut diperhitungkan. Indonesia adalah negara yang paling signifikan di ASEAN,” kata Rudd, saat ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis 8 November 2018.

“Negara-negara di ASEAN harus mendukung konsep Indo Pasifik milik Indonesia ini. Dan tentunya ikut menambahkan hal-hal signifikan yang dibutuhkan,” lanjut dia.

Konsep ini telah lama dibentuk dan digodok oleh Indonesia. Bahkan, Indonesia menerjunkan tim khusus untuk melakukan lobi dan juga melakukan diskusi lebih lanjut mengenai Indo Pasifik dengan negara-negara terkait.

Konsep Indo Pasifik yang dipaparkan Indonesia juga mencakup keseluruhan bidang, seperti ekonomi dan keamanan serta kesejahteraan kawasan. Konsep ini pun diterima oleh banyak pihak dan negara. 

Indo-Pasifik menjadi salah satu agenda penguatan politik luar negeri Indonesia di tahun 2018. Konsep Indo-Pasifik sudah digaungkan sejak 2013, dan Indonesia berfokus pada potensi di Samudera Hindia.

Ada tiga prinsip kerja sama dalam konsep Indo-Pasifik Indonesia, yaitu transparan, terbuka dan inklusif sesuai hukum internasional. Indonesia tetap ingin menggunakan ASEAN sebagai sentralitas yang membangun arsitektur Indo-Pasifik ini.

Karenanya, Indonesia ingin menggunakan building block approach dengan memperkuat kerja sama negara pesisir Samudera Hindia.


(WAH)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.