comscore

Tiga Isu Utama dalam KTT Istimewa ASEAN-Australia

Renggi Putrima - 18 Maret 2018 13:48 WIB
Tiga Isu Utama dalam KTT Istimewa ASEAN-Australia
Presiden Joko Widodo dalam Sidang Pleno KTT Istimewa ASEAN-Australia di International Convention Centre, Sydney, pada Minggu, 18 Maret 2018. (Foto: Kemenlu RI)
Sydney: Presiden Joko Widodo menyoroti tiga isu utama dalam Sidang Pleno KTT Istimewa ASEAN-Australia di International Convention Centre, Sydney, pada Minggu, 18 Maret 2018. Isu pertama adalah perdagangan.

Menurut Presiden Jokowi, perdagangan bukanlah zero-sum game dan hendaknya tidak dilihat dari perspektif menang-kalah. 
Jokowi juga menyampaikan bahwa kerja sama ekonomi ASEAN-Australia memiliki nilai strategis. Perjanjian perdagangan bebas antara ASEAN, Australia, dan Selandia Baru disebut Presiden sebagai perjanjian paling maju bagi ASEAN.

"Kita catat bahwa ASEAN-Australia-New Zealand Free Trade Agreement memiliki tingkat liberalisasi barang rata-rata 93,5 persen," lanjut Presiden.

Oleh karena itu, Presiden mengatakan ASEAN-Australia juga harus menjadi lokomotif sistem perdagangan bebas yang terbuka dan adil di kawasan. Komitmen ini, lanjut Presiden, harus dipertegas di kawasan yang lebih luas.

"Regional Comprehensive Economic Partnership Agreement (RCEP) adalah pertaruhan komitmen kita terhadap sistem perdagangan multilateral di kawasan yang saling menguntungkan semua pihak. Saya ulangi, kemitraan yang menguntungkan semua pihak. Oleh karena itu kita harus kuatkan komitmen untuk menyelesaikan perundingan RCEP di tahun 2018 ini," katanya.

Kerja Sama Anti-Terorisme

Selain soal perdagangan, Presiden Jokowi juga mengapresiasi keterlibatan aktif Australia dan ASEAN dalam memerangi ancaman terorisme. 

"Kerja sama di bidang counter-terrorism menjadi perhatian semua negara. Hal ini sangat dapat dipahami mengingat sampai saat ini ancaman terorisme tidak berkurang, termasuk di kawasan kita," kata Presiden.

Kerja sama sub-regional pasca-Marawi yang digagas oleh Indonesia dan Australia bersama dengan Malaysia, Filipina, Brunei Darussalam dan Selandia Baru disebut Presiden sebagai satu contoh kerja sama yang cepat dan efektif. "Kerja sama ini merupakan kerja sama yang sangat praktis dan hasilnya langsung dapat dirasakan," lanjutnya.

Presiden juga menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman "ASEAN-Australia MoU on Cooperation to Counter International Terrrorism". Nota kesepahaman ini menurut Presiden akan menjadi penguat upaya memerangi ancaman terorisme.

"Dari observasi saya, MoU ini menekankan keseimbangan antara pendekatan keras dan lunak," ujarnya.

Tiga Isu Utama dalam KTT Istimewa ASEAN-Australia
Presiden Jokowi bersama PM Turnbull. (Foto: Kemenlu RI)

Kontribusi ASEAN-Australia di Samudera Hindia

Sementara itu kerja sama ASEAN-Australia selama 44 tahun terakhir telah berkontribusi membangun ekosistem kawasan Asia Tenggara yang damai, stabil, dan sejahtera. 

“Untuk itu, selain menguatkan kerja sama di Samudera Pasifik, ASEAN-Australia harus dapat berkontribusi di kawasan Samudera Hindia,” kata Presiden Jokowi.
 
Menurut Presiden, kerja sama yang selama ini telah dilakukan di kawasan Asia Pasifik, juga harus dilakukan di Samudera Hindia. Dalam kesempatan tersebut, setidaknya terdapat tiga poin penting usulan kerja sama yang disampaikan Presiden Jokowi di depan para pemimpin negara ASEAN dan Australia yang hadir dalam sesi tersebut.

“Pertama, ASEAN-Australia harus berkontribusi dalam menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Samudera Hindia,” ujar Presiden.
 
Presiden menegaskan, kerja sama ekonomi dengan negara-negara di lingkar Samudera Hindia menjadi keharusan untuk mewujudkan poros ekonomi baru.

Poin penting kedua menurut Presiden adalah ancaman keamanan lintas batas di lingkar Samudera Hindia seperti perompakan, Illegal, Unreported, and Unregulated (IUU) fishing, penyelundupan manusia, perdagangan narkoba, serta ancaman radikalisme dan terorisme menjadi tantangan nyata yang harus diatasi ASEAN-Australia.

Lebih lanjut, sebagai poin ketiga, Presiden juga mengemukakan pentingnya kerja sama ASEAN-Australia dalam memperkuat sentralitas ASEAN, termasuk dalam membangun arsitektur di kawasan.

Tiga Isu Utama dalam KTT Istimewa ASEAN-Australia
Presiden Jokowi bersama Menlu Retno dan PM Turnbull. (Foto: Kemenlu RI)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id