Kerja Sama Diperlukan untuk Perkuat Sektor Maritim RI

    Willy Haryono - 22 Januari 2020 06:48 WIB
    Kerja Sama Diperlukan untuk Perkuat Sektor Maritim RI
    Sejumlah prajurit KRI Usman Harun-359 menariktali kapal saat proses tolak dari Pelabuhan DIli menuju Kupang, 14 Desember 2019. (Foto: Antara/ZABUR KARURU)
    Jakarta: Program Studi Keamanan Maritim (KM) Cohort 7, Fakultas Keamanan Nasional (FKN), menghadiri acara CSIS Lecture Series on Regional Dynamic dengan tema Indo-Pacific as a Maritime Region: The Growing Strategic Significance of Islands.

    Hadir sebagai pembicara, Prof. Geoffrey Till dari Corbett Centre, King’s College, London. Kuliah umum yang dihadiri banyak praktisi di bidang maritim ini berlangsung di CSIS Auditorium, Pakarti Centre Building, Jakarta Pusat, Selasa 21 Januari 2020.

    Dalam paparannya, Prof Geoffrey Till menyatakan bahwa Indo-Pasifik sebagai wilayah kepulauan dan berkembangnya militer di wilayah telah menunjukkan signifikansi strategis. 

    Berlanjutnya sengketa yuridis di Laut China Selatan serta berkembangnya Indo-Pasifik perlu digarisbawahi sebagai berkembangnya signifikansi strategis di wilayah ini. Konsep kepulauan bisa menjadi basis defensif dan ofensif, serta basis penyediaan dukungan logistik yang berguna untuk kekuatan angkatan laut dan udara yang beroperasi di wilayah, dan juga dapat memunculkan prioritas baru di bidang strategi pertahanan.

    Geoffrey Till menambahkan, bahwa kerja sama dan operasi gabungan dengan negara-negara kepulauan lainnya merupakan hal penting untuk menjaga keamanan maritim negara kepulauan. 

    Acara CSIS juga dihadiri Utusan Khusus RI untuk International Maritime Organization (IMO) di London, Laksamana TNI (Purn) Prof Marsetio. 

    "Kuliah umum dari 'Bapak Sea Power Dunia' memberikan pengetahuan bagi kita bahwa sebagai negara kepulauan terbesar, Indonesia harus memperkuat sistem keamanan maritim dan juga membangun kerja sama dengan negara-negara kepulauan lainnya untuk semakin meningkatkan kekuatan maritimnya," ucapnya, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id.

    Perkembangan teknologi juga dinilai sebagai faktor pendukung untuk meningkatkan kekuatan Angkatan Laut. Apabila keamanan maritim semakin meningkat, maka visi misi Poros Maritim Dunia dari pemerintahan Presiden Joko Widodo dapat segera tercapai. 

    Prof Marsetio menambahkan, pemaparan Geoffrey Till banyak manfaatnya bagi mahasiswa Universitas Pertahanan (UNHAN) Prodi Keamanan Maritim. Para mahasiswa mendapatkan banyak ilmu mengenai bagaimana merumuskan pertahanan maritim di tengah perkembangan bidang kelautan yang dinamis. 

    Dalam kesempatan tersebut, Prof Marsetio yang merupakan Guru Besar Prodi Keamanan Maritim UNHAN memberikan buku karangannya yang terbaru dengan judul Archipelago Leadership kepada Prof Geoffrey Till. Geoffrey Till merupakan teman berdiskusi sekaligus pembimbing Prof Marsetio dalam merumuskan kebijakan maritim di Indonesia. 

    Dengan menghadiri kuliah umum dari Geoffrey Till, pemahaman 30 mahasiswa Keamanan Maritim di bidang kemaritiman semakin meningkat, dan juga memberikan mereka wawasan baru demi kemajuan maritim Indonesia.

    Kuliah umum yang bersifat terbuka ini dihadiri BKI, IIMS, UNHAN, serta lembaga penelitian dan kampus Universitas Negeri dan swasta serta praktisi di bidang maritim.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id