Usai Kebakaran Hutan, Muncul Tanda-tanda Pertama Kehidupan

    Arpan Rahman - 16 Januari 2020 18:05 WIB
    Usai Kebakaran Hutan, Muncul Tanda-tanda Pertama Kehidupan
    Pemadam kebakaran Australia saat berupaya padamkan api akibat kebakaran hutan. Foto: AFP
    Peregian: Sekitar 120 kebakaran hutan terus melanda Australia, tetapi ada beberapa tanda kehidupan baru. Ini menimbulkan secercah harapan.

    Tunas terlihat tumbuh dari pohon-pohon yang terbakar di sekitar Pantai Peregian, Queensland -- suatu daerah yang sangat terpukul ketika bencana pertama kali dimulai pada September.

    Penduduk kota pantai kecil dievakuasi tiga kali pada akhir tahun lalu ketika kebakaran berulang kali melanda daerah itu, tepat di selatan Noosa.

    Muncul juga vegetasi yang tumbuh kembali di sekitar Kulnura, New South Wales, di mana daun berwarna mawar dapat terlihat memuncak dari batang pohon yang rusak parah.

    Murray Lowe, seorang fotografer, menangkap beberapa gambar di tepi Taman Nasional Dhurag.

    Dia berkata: "Tanah mengepulkan abu ke udara dari setiap langkah ketika kami berjalan di antara batang-batang pohon dalam keheningan dan kesunyian mengerikan yang hanya bisa dihasilkan oleh kebakaran dengan intens setelahnya."

    "Ini adalah tanda pembaruan yang kami cari. Kami menyaksikan kelahiran kembali hutan yang sangat terkenal di Australia," cetus Lowe, dirilis dari Metro.co.uk, Kamis, 16 Januari 2020.

    Banyak spesies tanaman di Australia telah mengalami kebakaran selama puluhan juta tahun. Hasilnya, tanaman sekarang memiliki sistem evolusi untuk membantu pemulihan.

    Ada dua cara ini bisa terjadi -- perbaikan dan juga regenerasi melalui biji tahan panas. Benih-benih ini membutuhkan hujan untuk berkecambah dan badai besar diperkirakan membawa kelegaan dalam beberapa hari mendatang.

    Pergeseran ke cuaca yang lebih lembab dan basah kemungkinan membantu mengendalikan kobaran api, tetapi ada peringatan akan risiko tanah longsor dan polusi air. Biro Meteorologi Australia telah memprediksi curah hujan 50-100mm diharapkan mengguyur beberapa daerah yang paling parah terkena dampak di negara bagian New South Wales dan Victoria.

    Pakar meteorologi senior Kevin Parkyn berkata: "Ini adalah hari yang sangat kami khawatirkan. Badai petir adalah pedang bermata dua. Meskipun dapat membawa hujan yang sangat dibutuhkan, hujan juga dapat turun dengan sangat cepat, dalam jumlah besar."

    Hujan deras dapat mencemari pasokan air segar karena puing-puing tersapu ke waduk. Hujan juga dapat menyebabkan banjir bandang, meninggalkan area hutan semak yang terbakar sangat rentan terhadap tanah longsor dan penebangan pohon.

    Australia sedang berjuang dalam musim kebakaran terburuknya dalam rekor dengan 29 orang tewas dan lebih dari 2.500 rumah hancur.

    Hampir 16 juta hektar hutan -- setara dengan setengah ukuran Inggris -- kini musnah, dengan satu miliar hewan dikhawatirkan akan binasa.

    Banyak spesies sekarang sudah terdorong lebih dekat ke kepunahan. Menteri Lingkungan Hidup Sussan Ley mengatakan populasi koala telah direnggut 'serangan luar biasa' dan segera dapat terdaftar sebagai terancam punah. Layanan ambulans lokal sudah melaporkan peningkatan signifikan dalam panggilan harian dari orang yang menderita masalah pernapasan.

    Para ahli mengatakan banyak dari kebakaran hutan terlalu besar untuk dipadamkan petugas pemadam kebakaran dan mereka sekarang bergantung pada hujan. Ahli iklim Michael Mann mengatakan bahwa ketika suhu global terus melonjak, Australia akan segera menjadi sangat panas dan kering sehingga penduduk negara itu menjadi pengungsi iklim.

    Para ilmuwan menunjuk perubahan iklim sebagai faktor utama kebakaran karena kombinasi mematikan dari suhu yang lebih tinggi, kelembaban rendah, curah hujan rendah, dan angin kencang.

    Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan pemerintah konservatif berusaha mengecilkan peran perubahan iklim buatan manusia dalam membuat negara itu semakin rentan.

    Dia masih mendorong agenda energi berbasis batu bara meskipun ada seruan oleh warga Australia yang marah agar bergerak menuju alternatif yang lebih hijau dan berkelanjutan.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id