'Serangan Orang Dalam' Tewaskan 9 Milisi Afghanistan

    Willy Haryono - 14 Desember 2019 16:02 WIB
    'Serangan Orang Dalam' Tewaskan 9 Milisi Afghanistan
    Pasukan nasional Afghanistan berpatroli di Desa Sangesar. (Foto: AFP)
    Kabul: Sedikitnya satu anggota sebuah grup milisi di Afghanistan menembaki dan membunuh sembilan rekannya sendiri pada Sabtu 14 Desember 2019. Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyebut peristiwa tersebut sebagai "serangan orang dalam."

    Namun juru bicara kelompok militan Taliban Zabihullah Mujahid mengklaim serangan tersebut. Menurutnya, serangan di sebuah pos pemeriksaan itu menewaskan puluhan milisi.

    Dikutip dari ABC, sejauh ini belum ada informasi mengenai perbedaan klaim, namun Taliban dikenal sering melebih-lebihkan klaim mereka.

    Jubir Kemendagri Afghanistan Fawad Awan mengaku masih belum dapat memaparkan detail mengenai penembakan yang terjadi di distrik Karabagh, provinsi Ghazni tersebut. Ia juga belum dapat memastikan ada berapa penembak dalam peristiwa tersebut.

    Milisi Afghanistan biasanya beroperasi di wilayah terpencil di bawah komando Pasukan Keamanan Nasional yang sering menjadi target serangan Taliban. Saat ini Taliban masih menguasai sekitar separuh dari total wilayah di Afghanistan.

    "Serangan orang dalam" terjadi dari waktu ke waktu dalam konflik yang telah berlangsung sejak 18 tahun terakhir di Afghanistan. Prajurit Amerika Serikat dan NATO beberapa kali pernah menjadi korban, namun yang jumlahnya terbanyak adalah personel keamanan Afghanistan.

    Juli lalu, dua personel militer AS tewas ditembak tentara Afghanistan di provinsi Kandahar. Penembak yang terluka telah berhasil ditangkap.

    Tiga bulan setelahnya, tiga tentara AS terluka saat seorang polisi Afghanistan menembaki sebuah konvoi militer di Kandahar.

    Sabtu pekan kemarin, utusan khusus AS Zalmay Khalilzad melakukan pertemuan selama beberapa hari dengan perwakilan Taliban di Qatar. Di negara tersebut, Taliban mendirikan sebuah kantor politik.

    Pertemuan itu adalah kali pertama bagi Khalilzad usai Presiden AS Donald Trump menghentikan negosiasi dengan Taliban sekitar tiga bulan lalu.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id