Taliban Serang Permukiman di Kabul, Lima Orang Tewas - Medcom

    Taliban Serang Permukiman di Kabul, Lima Orang Tewas

    Willy Haryono - 03 September 2019 10:05 WIB
    Taliban Serang Permukiman di Kabul, Lima Orang Tewas
    Personel keamanan Afghanistan bersiaga di lokasi serangan bom Taliban di Kabul, 7 Agustus 2019. (Foto: AFP/STR)
    Kabul: Ledakan dahsyat mengguncang sebuah area permukiman di Kabul, Senin 2 September 2019 malam, yang menewaskan sedikitnya lima orang. Serangan yang diklaim dilakukan kelompok militan Taliban itu terjadi saat utusan khusus Amerika Serikat untuk Afghanistan berkunjung ke Kabul.

    Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Afghanistan Nasrat Rahimi mengatakan ledakan terjadi di permukiman warga dekat Green Village -- sebuah kompleks tempat berdirinya sejumlah agensi relawan dan organisasi internasional. 

    Serangan Taliban terjadi saat stasiun televisi Tolo News menayangkan wawancara Utusan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad. Dalam tayangan itu, Khalilzad membicarakan mengenai prospek tercapainya perjanjian damai dengan Taliban.

    Suara tembakan senjata api terdengar usai ledakan, yang diikuti dengan suara bom kedua. Suara ledakan kedua berasal dari stasiun pengisian bahan bakar di dekat lokasi serangan.

    "Lima jasad korban tewas dan 50 yang terluka -- semua warga sipil -- telah dievakuasi dari area," ujar Rahimi, dikutip dari laman AFP.

    Green Village terpisah dari Green Zona, sebuah zona tempat berdirinya sederet kedutaan besar sejumlah negara, termasuk AS dan Inggris.

    Jubir Taliban Zabihullah Mujadid mengonfirmasi pihaknya memang telah melancarkan sebuah serangan yang melibatkan bom bunuh diri dan senjata api.

    Khalilzad, yang telah bernegosiasi sekitar satu tahun dengan Taliban, mengatakan bahwa penarikan personel militer AS akan terjadi dalam kurun waktu empat bulan usai tercapainya perjanjian final.

    Penarikan pasukan AS adalah syarat yang diajukan Taliban sebagai ganti atas jaminan keamanan di seantero Afghanistan.

    "Kami telah sepakat bahwa jika semua berjalan sesuai perjanjian, maka kami akan menarik diri dalam kurun waktu 135 hari," tutur Khalilzad yang merupakan warga AS kelahiran Afghanistan.

    Meski perjanjian sudah berada di depan mata, Taliban belum mau menghentikan serangan. Akhir pekan kemarin, Taliban berusaha menguasai kota Kunduz dan juga Pul-e-Khumri.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id