Ribuan Wisatawan Dievakuasi Terkait Kebakaran Hutan Australia

    Fajar Nugraha - 02 Januari 2020 12:39 WIB
    Ribuan Wisatawan Dievakuasi Terkait Kebakaran Hutan Australia
    Petugas pemadam kebakaran Sydney, Australia berupaya padamkan api. Foto: AFP
    Sydney: Ribuan wistawan diberikan waktu kurang dari 48 jam untuk evakuasi dari pemukiman yang terkena imbas kebakaran hutan. Sebelumnya, pemerintah sudah memperingatkan tengah ancaman gelombang panas terkait kebakaran.

    Kobaran api yang menimbulkan bencana hebat ini, merebak wilayah tenggara Australia pada Tahun Baru. Sebanyak delapan orang tewas dalam kejadian ini dan menyebabkan para wisatawan terjebak di kota pesisir.

    Petugas Pemadam Kebakaran wilayah New South Wales (NSW) pada Selasa, 2 Januari 2020 mendeklarasikan ‘zona evakuasi turis’ mencapai 200 kilometer sepanjang Teluk Bateman. Peringatan evakuasi itu memanjang hingga Negara Bagian Victoria.

    Pengunjung diperingatkan untuk pergi sebelum Sabtu 4 Januari. Diperkirakan akan membawa angin kencang dan suhu melonjak di atas 40 derajat Celcius.

    Cuaca itu akan menciptakan kondisi kebakaran berbahaya yang menurut pejabat akan sama buruknya -, jika tidak lebih buruk,- daripada Selasa, di mana kebakaran paling mematikan di Australia dalam krisis kebakaran hutan berbulan-bulan belum padam.

    Banyak turis dan warga menghabiskan dua malam terisolasi tanpa listrik atau telekomunikasi, dan persediaan makanan berkurang. Pemerintah pada Kamis menganggap beberapa jalan keluar dari wilayah sementara aman untuk digunakan.

    “Ini  akan menjadi evakuasi orang terbesar di luar wilayah itu, dengan ribuan orang bersiap untuk meninggalkan situasi kebakaran mengerikan lainnya,” ujar Menteri Transportasi NSW Andrew Constance, kepada ABC News, Kamis, 2 Januari 2020 .

    Wakil Komisioner Dinas Pemadam Kebakaran NSW Rob Rogers mengatakan, petugas pemadam kebakaran tidak dapat memadamkan atau bahkan mengendalikan kobaran api yang berkobar.

    "Pesannya adalah kami memiliki begitu banyak kebakaran di daerah itu. Kami tidak memiliki kapasitas untuk menahan kebakaran ini," katanya kepada ABC.

    "Kita hanya perlu memastikan bahwa orang-orang tidak ada di depan mereka,” tegasnya.

    Tetapi dengan persediaan makanan dan bahan bakar dilaporkan kekurangan di banyak pusat, ada kekhawatiran beberapa akan tetap terjebak. Pihak berwenang masih belum dapat menjangkau beberapa komunitas pedesaan, seperti kota Genoa di Victoria.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id