Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Didakwa Terorisme

    Fajar Nugraha - 21 Mei 2019 13:11 WIB
    Pelaku Penembakan Masjid Selandia Baru Didakwa Terorisme
    Brenton Tarrant, pelaku penembakan di Masjid di Christchurch, Selandia Baru. (Foto: AFP).
    Christchurch: Tersangka pelaku penembakan di dua masjid yang berada di Selandia Baru Maret lalu, didakwa dengan kasus terorisme.

    Dakwaan ini dibacakan untuk pertama kalinya pada Selasa 21 Mei. Brenton Tarrant, melepaskan tembakan membabi buta ke arah dua masjid di Christchurch yang menewaskan 51 orang.
    Baca juga: Pelaku Teror Selandia Baru Didakwa 50 Pembunuhan.

    “Sebuah dakwaan terhadap Brenton Tarrant terkait pelanggaran Undang-Undang Teroris Pasal 6A, dari UU Tindakan Teror 2002,” pernyataan pihak Kepolisian Selandia Baru, seperti dikutip AFP, Selasa, 21 Mei 2019.

    Selain dakwaan teror, Tarrant juga menghadapi 51 dakwaan pembunuhan dan 40 dakwaan percobaan pembunuhan, terkait insiden 15 Maret itu.

    Hukuman terpanjang atas kasus pembunuhan yang pernah terjadi di Selandia Baru pada 2001 kepada William Bell yang melakukan tiga pembunuhan sekaligus. Dia dipenjara selama 30 tahun.

    Baca juga: Pelaku Teror Christchurch Dihadapkan pada Penjara Seumur Hidup

    Di samping itu, Selandia Baru sendiri telah menghapus aturan hukuman mati sejak 1961. Sebagai gantinya, Tarrant diprediksi akan diganjar hukuman seumur hidup.

    Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengecam tindakan pembunuhan tersebut. Ardern bahkan memutuskan untuk tidak menyebutkan nama pelaku penembakan di dua masjid Christchurch. Dia mengatakan tak ingin membuat teroris terkenal.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id