Pencarian Sporadis saat Topan Jepang Tewaskan 43 Jiwa

    Fajar Nugraha - 14 Oktober 2019 16:18 WIB
    Pencarian Sporadis saat Topan Jepang Tewaskan 43 Jiwa
    Tim penyelamat melakukan pencarian usai Topan Hagibis menerjang. Foto: AFP
    Tokyo: Tim penyelamat Jepang disebar untuk mencari korban selamat dari Topan Hagibis yang melanda akhir pekan. Sementara korban tewas akibat topan bertambah menjadi 43 jiwa.

    Hujan yang terus menerjang yang dibawa topan kuat itu, membuat proses penyelamatan terganggu. Hingga saat ini 16 orang dilaporkan hilang.

    Topan Hagibis menghantam negara itu pada Sabtu malam, melepaskan angin kencang dan hujan lebat di 36 dari 47 prefektur di Negeri Sakura. Tidak hanya itu, topan juga memicu tanah longsor dan banjir besar.

    "Bahkan sekarang, banyak orang masih belum ditemukan di daerah yang dilanda bencana," Perdana Menteri Shinzo Abe mengatakan pada pertemuan darurat bencana pada Senin.

    “Regu penyelamat mencoba yang terbaik untuk mencari dan menyelamatkan warga. Tim terus bekerja siang dan malam," kata Abe, seperti dikutip AFP, Senin, 14 Oktober 2019.

    Tetapi badan cuaca negara Jepang memperkirakan hujan di Jepang di wilayah tengah dan timur membuahkan peringatan akan menyebabkan banjir lebih lanjut dan tanah longsor baru.

    "Saya ingin meminta orang untuk tetap waspada sepenuhnya dan terus mengawasi tanah longsor dan banjir sungai," ucap Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga dalam konferensi pers.

    Di Nagano -,salah satu daerah yang paling parah terkena imbas topan,- hujan sudah turun dan diperkirakan akan meningkat.

    "Kami khawatir tentang dampak hujan terbaru pada upaya penyelamatan dan pemulihan," kata pejabat setempat Hiroki Yamaguchi kepada AFP.

    "Kami akan melanjutkan operasi sambil mengawasi bencana sekunder akibat hujan saat ini,” imbuhnya.


    Korban meningkat


    Media nasional NHK menegaskan meningkatnya jumlah korban yang disertai korban terluka melonjak hingga 200 jiwa. Namun pemerintah memberikan angka yang lebih rendah tetapi terus memperbarui informasinya.

    Korban tewas termasuk seorang pekerja kota yang mobilnya dilanda banjir. Korban juga termasuk sedikitnya tujuh awak dari kapal kargo yang tenggelam di Teluk Tokyo pada Sabtu malam.

    Empat korban lainnya, dari Tiongkok, Myanmar dan Vietnam, diselamatkan ketika kapal itu tenggelam dan penjaga pantai masih mencari anggota awak terakhir.

    Pencarian Sporadis saat Topan Jepang Tewaskan 43 Jiwa
    Imbas Topan Hagibis yang melanda Jepang. Foto: AFP


    Sementara Hagibis, salah satu badai paling kuat yang menghantam wilayah Tokyo dalam beberapa dasawarsa, memompa hembusan angin hingga 216 kilometer per jam. Hujan lebatlah yang menyebabkan kerusakan paling besar.

    Sebanyak 142 sungai banjir, terutama di Jepang wilayah timur dan utara.  Media setempat juga melaporkan jebolnya tanggul sungai di puluhan lokasi di Jepang.

    Di Nagano, tanggul yang menembus air dari Sungai Chikuma mengalir ke lingkungan perumahan, membanjiri rumah-rumah sampai ke lantai dua.

    Ketika air perlahan-lahan surut Senin, tayangan televisi menunjukkan pasien dipindahkan dengan ambulans dari rumah sakit Nagano di mana sekitar 200 orang telah terputus aksesnya akibat banjir.

    Di tempat lain, tim penyelamat menggunakan helikopter untuk menangkut korban yang selamat dari atap dan balkon. Tim juga menggunakan perahu motor melalui perairan berlumpur untuk menjangkau mereka yang terjebak.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id