Topan Hagibis, Sejumlah Rumah WNI di Jepang Terendam Banjir

    Willy Haryono - 13 Oktober 2019 14:41 WIB
    Topan Hagibis, Sejumlah Rumah WNI di Jepang Terendam Banjir
    Warga di kota Kawasaki, Jepang, Minggu 13 Oktober 2019, mulai membersihkan area sekitar rumahnya usai terjangan Topan Hagibis. (Foto: AFP / WILLIAM WEST)
    Tokyo: Topan Hagibis telah melewati pulau utama Honshu, Jepang, Minggu 13 Oktober 2019, setelah mengobrak-abrik sejumlah wilayah sejak tadi malam. Topan Hagibis meninggalkan Jepang dengan menyisakan dampak buruk banjir dan tanah longsor.

    "Tidak ada WNI yang menjadi korban langsung, namun dilaporkan terdapat beberapa WNI yang rumahnya tergenang banjir dan beberapa turis WNI menginap di hotel sampai menunggu jadwal penerbangan," ujar keterangan tertulis KBRI Tokyo dan KJRI Osaka yang diterima Medcom.id.

    "Menteri Luar Negeri RI, Ibu Retno Marsudi menginstruksikan KBRI Tokyo dan KJRI Osaka agar terus memantau dan membantu WNI terdampak," lanjutnya.

    Siang ini cuaca Tokyo dan Osaka dilaporkan cerah, dan masyarakat dua kota besar itu pun kembali beraktivitas. Penerbangan di Bandara Tokyo dan Osaka juga berangsur normal, setelah banyak layanan yang ditunda atau dibatalkan.

    Menurut data terbaru Pemerintah RI, total WNI di Jepang saat ini mencapai 56.346 orang.

    Dilansir dari sejumlah media, jumlah korban tewas akibat Topan Hagibis masih simpang siur, namun berkisar antara 5 hingga belasan.

    Juru bicara pemerintah Jepang Yoshihide Suga sebelumnya melaporkan bahwa jumlah korban tewas akibat Hagibis mencapai tujuh orang, dengan 15 lainnya masih dinyatakan hilang.

    Diestimasi ada 376 ribu rumah di Jepang kehilangan aliran listrik, dan 14 ribu lainnya kehabisan air bersih usai Topan Hagibis menerjang.

    Kapal dan juga helikopter dikerahkan ke sejumlah area yang dilanda banjir. Di lokasi lainnya, tim penyelamat menggali tanah untuk mencoba menyelamatkan orang-orang dari rumah mereka yang terkena longsor.
     
    Sekitar 7,3 juta orang di Jepang telah diminta untuk mengungsi ke tempat aman. Puluhan ribu dari mereka mengikuti arahan dan bergerak ke sejumlah tempat penampungan.

    Banjir parah dikabarkan melanda Nagano. Air dari sungai Chikuma meluap dan membanjir sejumlah permukiman. Ketinggian air bahkan mencapai lantai dua rumah warga.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id