Polisi Tiongkok Pukuli Pedemo di Provinsi Guangdong

    Arpan Rahman - 01 Desember 2019 14:05 WIB
    Polisi Tiongkok Pukuli Pedemo di Provinsi Guangdong
    Ilustrasi penangkapan dalam demonstrasi massa. (Foto: Medcom.id)
    Guangdong: Kepolisian antihuru-hara Tiongkok menembakkan gas air mata dan memukuli pedemo di provinsi Guangdong. Aksi protes di provinsi tersebut dipicu penentangan warga terhadap sebuah proyek konstruksi.

    Ratusan warga di Wenlou, sebuah kota di provinsi Guangdong yang berjarak sekitar 96 kilometer dari Hong Kong, berunjuk rasa terhadap rencana pembangunan sebuah krematorium besar pada Jumat 29 November. Krematorium dibangun meski otoritas setempat pernah mengatakan area tersebut disiapkan untuk pembangunan sebuah "taman ekologi."

    Video yang direkam beberapa warga memperlihatkan aparat keamanan menembakkan gas air mata, melemparkan batu dan juga memukuli demonstran. Video juga memperlihatkan sekelompok warga melempari petasan ke arah polisi. Terlihat seorang pria yang memegang spanduk bertuliskan, "warga Wenlou tidak setuju."

    "Seluruh kota berunjuk rasa. Pemerintah berusaha keras meredam aksi protes ini," kata seorang warga, seperti dirilis dari Guardian, Sabtu 30 November 2019.

    "Tindakan polisi saat ini sudah seperti anjing gila, memukuli siapapun yang mereka lihat. Mana penegakan hukum? Mana moralitas?" sambung dia, 

    Unjuk rasa menentang proyek pembangunan biasa terjadi di sejumlah pedesaan di Tiongkok. Namun khusus di Wenlou, unjuk rasa terjadi saat aparat keamanan bersiaga penuh mengenai kemungkinan melebarnya aksi protes dari Hong Kong.

    Meski sebagian besar warga Tiongkok menentang unjuk rasa di Hong Kong, warga di provinsi Guangdong dinilai lebih rentan mendukung karena jarak mereka yang tidak terlalu jauh dari kota semi-otonom tersebut.

    Sentimen warga Wenlou mirip dengan demonstran di Hong Kong, yakni menentang aksi brutal yang dilakukan aparat keamanan.

    Menurut surat kabar South China Morning Post (SCMP) di Hong Kong, polisi di Wenlou menggerebek sejumlah rumah warga pada Jumat 29 November. Mereka menangkapi warga yang dinilai telah berunjuk rasa satu hari sebelumnya.

    Warga mengatakan kepada SCMP bahwa total 50 orang telah ditangkap polisi dalam penggerebekan tersebut.




    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id