Marty: ASEAN Belum Banyak Manfaatkan Forum

    Marcheilla Ariesta - 30 November 2019 16:56 WIB
    Marty: ASEAN Belum Banyak Manfaatkan Forum
    Mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa dalam forum CIFP 2019. Foto: Medcom.id/Marcheilla Ariesta
    Jakarta: Organisasi Kawasan Asia Tenggara (ASEAN) dinilai terlalu banyak membuat forum, namun tidak memanfaatkan forum-forum tersebut dengan benar. Mantan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa mengatakan forum-forum tersebut penting dan harusnya bisa membawa keuntungan.

    "Saya merasa ASEAN sendiri belum sepenuhnya memanfaatkan forum seperti East Asia Summit (EAS). Forum itu seperti menjadi forum halo dan selamat tinggal," kata Marty dalam diskusi 'How do We Cool Off the Hot Peace: Brainstorming the Possibilities?' pada forum Conference on Indonesia Foreign Policy 2019, Jakarta, Sabtu, 30 November 2019.

    Dia menyayangkan betapa pertemuan para pemimpin EAS atau KTT Asia Timur tidak banyak dampak relevan yang dapat ditindaklanjuti di lapangan. ”Perlu adanya peningkatan kapasitas untuk manajemen krisis dan pembangunan kepercayaan dalam forum EAS,” tutur Marty.

    "Saya percaya EAS, sebagai manifestasi dari Outlook Indo-Pacific, adalah salah satu yang harus dibangun saat kita melihat ketidakpastian geopolitik," kata diplomat yang pernah menjabat Wakil Tetap RI untuk PBB itu.

    Dia menambahkan, memang proses membangun kepercayaan tidak mudah. Namun, dia yakin penurunan kepercayaan satu sama lain tidak akan terjadi bila saling bekerja sama.

    Menurut Marty, para pemimpin EAS harus tegas dalam menjalankan kepemimpinan. "Mereka harus memiliki kesabaran, ketahanan, keberanian, untuk memahami posisi orang lain," imbuhnya.

    Baginya memahami posisi orang lain bukan tanda kelemahan. “Justru posisi itu memperlihatkan bahwa Indonesia dapat membuka, berkomunikasi, memahami, dan lebih menghargai dari mana mereka berasal dan memahami masalah yang menjadi perhatian bersama," terangnya.

    Selain memahami, ASEAN juga harus mau mendengarkan. Menurutnya, memang setiap negara harus melindungi kepentingan nasional masing-masing. Namun, mendengarkan saran dan pendapat juga diperlukan sebagai cara berkomunikasi antarnegara.

    "Dan peran para pemimpin di sini sangat penting karena mereka membuat keputusan strategis bagaimana membangun kerja sama dan meningkatkan kepercayaan satu sama lain," pungkasnya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id