Gejolak Hong Kong dan Tanggapan 'Dingin’ Tiongkok - Medcom

    Gejolak Hong Kong dan Tanggapan 'Dingin’ Tiongkok

    Fajar Nugraha - 31 Agustus 2019 19:19 WIB
    Gejolak Hong Kong dan Tanggapan 'Dingin’ Tiongkok
    Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian berbicara mengenai situasi di Hong Kong. Foto: Medcom.id/Hariyanti.
    Jakarta: Hong Kong masih terus bergejolak dengan protes. Namun Pemerintah Tiongkok belum melakukan tindakan keras untuk mengakhiri protes tersebut.

    Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian pada Jumat 30 Agustus 2019 menjelaskan dalam wawancara khusus kepada Medcom.id apa yang terjadi di dalam rangkaian protes yang sudah berjalan berbulan-bulan itu.

    “Sebenarnya, situasinya dimulai dari kasus peradilan biasa. Seorang pria dari Hong Kong, seorang warga Hong Kong, seorang pergi ke Taiwan untuk bertemu pacarnya dan pacarnya hamil dan kemudian pria itu membunuh pacarnya,” ujar Dubes Xiao.

    “Pihak berwenang di Taiwan meminta mendakwa pria ini dari Hong Kong ke Taiwan. Pihak berwenang di Hong Kong diminta untuk mengirim orang ini ke Taiwan untuk diadili, untuk diadili secara hukum. Tapi, itu tidak mungkin karena tidak ada pengaturan hukum antara Hong Kong dan Taiwan,” imbuhnya.

    Atas kasus itu menurut Dubes Xiao, Pemerintah Hong Kong mencoba mengubah peraturan hukum. Hal ini yang memicu pembentukan rancangan undang-undang (RUU) Ekstradisi agar pelaku dapat dikirim ke Taiwan untuk diadili.

    Gejolak Hong Kong dan Tanggapan 'Dingin’ Tiongkok
    Para pedemo yang melakukan unjuk rasa di Hong Kong. Foto: AFP


    Pada saat yang sama, tidak ada kesamaan antara Hong Kong dan Tiongkok daratan, antara Hong Kong dan Makau serta antara Hong Kong dan Taiwan. “Jadi, pemerintah di Hong Kong ingin membuat amendemen yang mencakup tidak hanya Taiwan tetapi juga daratan Tiongkok dan Makau. Ini adalah hanya untuk tujuan hukum,” tegasnya.

    “Ini adalah kasus hukum biasa. Namun, Anda tahu, beberapa kelompok orang tertentu di Hong Kong menentang amendemen dan Pemerintah Hong Kong pun sudah menghentikan proses amendemen. Jadi, itu harus berakhir. Kepala Eksekutif Hong Kong, Carrie Lam mengatakan RUU itu sudah mati. Jadi, ini sudah berakhir,” tuturnya.

    Namun situasi unjuk rasa hingga saat ini masih belum berakhir dan para pedemo kembali turun ke jalan serta menuntut lebih banyak, termasuk menuntut Carrie Lam mundur. Xiao pun menyoroti aksi yang kerap berakhir dengan kekerasan akibat bentrok antara para pedemo dengan pihak aparat.

    Salah satu yang menjadi perhatian diplomat berusia 55 tahun itu adalah ketika pada pedemo bentrok dengan pihak keamanan dan juga membakar bendera nasional Tiongkok. Bahkan aksi-aksi ini sempat memaksa operasi Bandara Internasional Hong Kong terhenti.

    Tidak semua di antara pedemo itu benar-benar tulus melakukan unjuk rasa menurut Dubes Xiao. “Ada dari mereka yang menentang amendemen, tetapi ada juga yang disesatkan,” sebut Dubes Xiao.

    Mereka yang disesatkan menurut Dubes Xiao, memiliki tujuan politik dari Barat. Namun dia mengakui bahwa ada pedemo yang memang antiPemerintah Tiongkok. “Jadi tujuan mereka untuk menggunakan kesempatan ini untuk kemerdekaan Hong Kong atau setidaknya untuk mengubah Hong Kong menjadi basis politik untuk  pusat antiTiongkok. Jadi, itulah situasinya,” tegasnya.


    Kesabaran Hong Kong


    Dubes Xiao Qian melihat Pemerintah Hong Kong sangat kuat dalam posisi politik dan pada saat yang sama, mereka dinilai sangat sabar untuk berbicara dengan para pengunjuk rasa. Selain itu, polisi di Hong Kong dianggap telah berusaha sangat keras untuk mengendalikan situasi dan agar tidak lepas kendali.

    “Pemerintah pusat di Tiongkok jelas mendukung pemerintahan di Hong Kong untuk menangani masalah ini dengan benar. Anda tahu, amendemen peraturan hukum (RUU Ekstradisi) ini adalah inisiatif dari Hong Kong. Itu bukan dari pemerintah pusat,” kata Dubes Xiao.

    “Pemerintah Hong Kong ingin mengirim tersangka pembunuh ini ke Taiwan. Kami mendukung polisi di Hong Kong untuk mengendalikan situasi dan kami sangat mengutuk tindakan kekerasan yang dilakukan oleh beberapa pihak yang disebut pengunjuk rasa,” imbuhnya.

    Menanggapi salah satu tokoh protes Hong Kong, Joshua Wong yang sempat ditahan, diplomat senior Tiongkok ini menilai hal tersebut tidak ada campur tangan pemerintah pusat. “Pemerintah Hong Kong termasuk polisi memiliki hak untuk melakukan kegiatan hukum mereka,” tegasnya.

    Dubes Xiao juga menegaskan bahwa Pemerintah Hong Kong menerapkan praktik hukum untuk melindungi perdamaian dan keharmonisan masyarakat, untuk berurusan dengan mereka yang melanggar aturan dan hukum.

    “Sebenarnya, yang mereka lakukan adalah kerusuhan kekerasan, itu bukan pengunjuk rasa damai. Dan kami percaya bahwa Pemerintah Hong Kong memiliki kemampuan untuk mengelola situasi untuk menjaga situasi dan kami berharap situasi akan mereda secepat mungkin,” ucap dubes yang juga berpengalaman mengenai isu Semenanjung Korea ini.

    Campur tangan Barat


    Beberapa kali Tiongkok sempat bersitegang dengan Inggris dan Amerika Serikat (AS) mengenai situasi di Hong Kong. Pihak Beijing menegaskan agar negara-negara Barat tidak turut campur urusan dalam negeri Tiongkok.

    Menurut Dubes Xiao Qian, aksi protes terjadi di setiap negara. Bahkan tidak kurang aksi-aksi unjuk rasa itu juga berakhir dengan kekerasan.

    “Jika Anda melihat media barat, negara-negara barat, beberapa politisi barat. Anda tahu, ada banyak pengunjuk rasa yang melakukan protes di berbagai belahan dunia,” ungkap diplomat yang sempat bertugas di Amerika Serikat tersebut.

    “Tapi mereka mengutuk protes di negara-negara Barat itu. Tetapi mereka mendukung aksi kekerasan di Hong Kong. Jadi, dimana keadilannya? Tidak ada keadilan,” tegas Ayah satu anak ini.

    Bagi mantan Direktur Jenderal Departemen Asia Kemenlu Tiongkok itu para politisi seperti di Amerika Serikat, di Inggris, Australia membuat komentar negatif tentang situasi di Hong Kong.

    Menurutnya itu adalah cara tidak langsung untuk mengatakan, "Saya mendukung para pengunjuk rasa yang kejam di Hong Kong."  Bagi Xiao ini adalah sebuah sikap yang tidak benar.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id