Tiongkok Kecam Larangan Perjalanan AS Terkait Korona

    Marcheilla Ariesta - 02 Februari 2020 10:04 WIB
    Tiongkok Kecam Larangan Perjalanan AS Terkait Korona
    Sekelompok penumpang asal negara Asia mendarat di Bandara Los Angeles, California, AS, 29 Januari 2020. (Foto: AFP)
    Beijing: Pemerintah Tiongkok mengkritik Amerika Serikat atas peringatan perjalanan yang mereka keluarkan terkait penyebaran virus korona. Lewat peringatan ini, semua warga AS diminta untuk tidak pergi ke Tiongkok.

    Menurut Kementerian Luar Negeri Tiongkok, peringatan perjalanan itu tidak sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    "Kata-kata dan tindakan sejumlah pejabat Amerika Serikat tidak faktual atau tidak tepat," kata juru bicara Kemenlu Tiongkok, Hua Chunying dalam sebuah pernyataan.

    "WHO merekomendasikan untuk tidak membatasi perjalanan, namun AS malah melakukan sebaliknya. Tentu saja ini bukan isyarat adanya itikad baik," imbuhnya, dilansir dari Channel News Asia, Sabtu 1 Januari 2020.

    Selain memperingatkan agar menghindari perjalanan ke Tiongkok, Kemenlu AS juga meminta agar warga mereka yang sudah ada di sana untuk segera pulang. Pasalnya, virus korona tipe Novel Coronavirus (2019-nCoV) tengah menyebar dengan cepat di negara tersebut, khususnya di provinsi Hubei.

    Kasus pertama penularan virus korona dari orang ke orang di AS dikonfirmasi pada Kamis lalu. Seorang pria di Chicago terjangkit korona setelah melakukan perjalanan ke Wuhan, kota pusat penyebaran virus tersebut.

    Sebelumnya, AS telah mendeklarasikan status darurat kesehatan publik atas mewabahnya virus korona. Lewat status darurat ini, AS menolak semua orang yang belum lama ini mengunjungi Tiongkok.

    Menteri Kesehatan AS Alex Azar mengatakan bahwa warga Negeri Paman Sam yang pulang dari Hubei akan dikarantina selama 14 hari. Sementara warga AS yang pulang dari wilayah lainnya di Tiongkok diizinkan untuk memonitor kondisi kesehatannya sendiri dalam periode yang sama.

    Ia mengatakan seluruh warga negara asing yang baru saja mengunjungi Tiongkok dalam 14 hari terakhir akan ditolak masuk ke AS. Azar menegaskan langkah ini bertujuan untuk meringankan beban otoritas keimigrasian AS di tengah mewabahnya virus korona.

    Kematian akibat virus korona nCoV per Ahad ini telah mencapai 304 orang. Sementara total kasus terkonfirmasi virus korona di Tiongkok menyentuh angka lebih dari 11 ribu.

    Kasus terkonfirmasi virus korona di AS sejauh ini mencapai angka tujuh. Robert Redfield, Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), mengatakan bahwa ada 191 orang di AS yang berada dalam pengawasan khusus terkait virus korona.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id