100 Ribu Rohingya Akan Direlokasi ke Pulau Terpencil

    Willy Haryono - 04 Maret 2019 11:47 WIB
    100 Ribu Rohingya Akan Direlokasi ke Pulau Terpencil
    Sekelompok pengungsi Rohingya berada di wilayah pesisir di perbatasan Malaysia-Thailand, 1 Maret 2019. (Foto: AFP)
    Dhaka: Bangladesh akan merelokasi lebih dari 100 ribu pengungsi etnis minoritas Muslim Rohingya ke sebuah pulau terpencil pada pertengahan April mendatang. Namun sejumlah pihak khawatir lokasi yang dipilih Bangladesh kurang ideal untuk dijadikan tempat tinggal.

    "Perdana Menteri Sheikh Hasina pekan kemarin menginstruksikan penyelesaian relokasi 23 ribu keluarga Rohingya ke Bhashan Char pada 15 April," ujar Menteri Penanggulangan Bencana dan Penyaluran Bantuan Bangladesh, Md Enamur Rahman, seperti dinukil dari laman TRT World, Senin 4 Maret 2019.

    Pernyataan disampaikan Rahman usai bertemu Duta Besar Amerika Serikat untuk Bangladesh, Earl Robert Miller.

    Untuk menjadikan pulau terpencil tersebut layak dijadikan tempat tinggal, lanjut Rahman, pemerintah Bangladesh telah membangun banyak fasilitas. Fasilitas tersebut termasuk perumahan jaringan komunikasi, layanan kesehatan, perlindungan badai dan pusat penampungan bencana alam.

    Sejumlah entitas penegakan hak asasi manusia, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Human Right Watch dan Amnesty International, menilai rencana relokasi Bangladesh berisiko bagi Rohingya. Bangladesh diminta menjalankan rencana relokasi itu dengan tetap berbasis pada kerelaan para pengungsi Rohingya.

    Rahman mengatakan sebuah pertemuan telah digelar di kantor PM Hasina dalam membahas kekhawatiran mengenai rencana relokasi. Ia menyebut pertemuan lanjutan akan digelar pada 6 Maret mendatang.

    Di bawah rencana relokasi ini, lebih dari 103 ribu dari jutaan Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar akan dipindahkan ke Bhashan Char. Rencana ini diestimasi menghabiskan dana USD275,3 juta atau berkisar Rp4 triliun yang seluruhnya ditangani pemerintah Bangladesh.

    Sementara itu pada Jumat 1 Maret lalu, PBB meminta Bangladesh untuk tidak menutup pintunya terhadap kedatangan baru Rohingya dari Myanmar. Itu merupakan respons PBB  usai Bangladesh menyatakan tidak mampu lagi menerima lebih banyak pengungsi.

    Menteri Luar Negeri Bangladesh Shahidul Haque mengatakan kepada DK PBB pada Kamis pekan kemarin bahwa krisis pengungsi asal Myanmar telah berubah dari "buruk menjadi sangat buruk." Ia mengklaim hampir tidak ada satu pun dari ratusan ribu pengungsi Rohingya di Bangladesh yang kembali pulang ke Myanmar.

    Baca: PBB Desak Bangladesh Tidak Tutup Pintu untuk Rohingya



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id