PM Abe Klaim Kemenangan di Pemilu Majelis Tinggi Jepang

    Willy Haryono - 22 Juli 2019 10:49 WIB
    PM Abe Klaim Kemenangan di Pemilu Majelis Tinggi Jepang
    PM Jepang Shinzo Abe tersenyum dalam wawancara dengan media di markas besar LDP di Tokyo, 21 Juli 2019. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)
    Tokyo: Perdana Menteri Shinzo Abe mengklaim kemenangan dalam pemilihan umum Majelis Tinggi Jepang pada Minggu 21 Juli. Namun menurut proyeksi kantor berita NHK, koalisi PM Abe akan gagal mendapatkan "super mayoritas" untuk mewujudkan ambisi merevisi konstitusi negara.

    "Super mayoritas" merujuk pada dominasi di Majelis Rendah dan Tinggi Jepang. Jika berkuasa di dua majelis itu, maka koalisi PM Abe dapat mengajukan referendum nasional yang berisi pilihan merevisi atau menjaga konstitusi Jepang saat ini.

    Ambisi terbesar PM Abe adalah merevisi konstitusi negara sebelum masa jabatannya berakhir pada 2021. Jika konstitusi diubah, maka PM Abe bisa saja mengirimkan Pasukan Pertahanan Diri (SDF) ke wilayah di luar Jepang.

    "Partai-partai berkuasa telah mendapat suara mayoritas. Warga telah memutuskan untuk mendorong kami menjalankan sejumlah kebijakan di bawah basis politik yang stabil," tutur Abe kpada NHK.

    "Saya ingin mewujudkan ekspektasi mereka semua," lanjutnya, saat berbicara di markas besar Partai Demokratik Liberal (LDP) di Tokyo.

    LDP dan mitra koalisinya, Komeito, diproyeksikan meraih sedikitnya 69 dari 124 kursi di majelis tinggi. Menurut proyeksi NHK, koalisi PM Abe masih kekurangan enam kursi lagi untuk mencapai 'super mayoritas.'

    Proyeksi NHK dan beberapa media lainnya didasarkan pada hasil exit poll. Sementara hasil resmi pemilu Majelis Tinggi Jepang ini baru akan diumumkan paling cepat hari ini, Senin 22 Juli 2019.

    "Hasil pemilu ini, yang tentu saja sesuai ekspektasi banyak orang, mengindikasikan bahwa para pemilih telah memilih status kuo, bukan perubahan," tutur Shinichi Nishikawa, seorang profesor politik dari Meiji University di Tokyo, kepada media AFP.

    PM Abe hampir dipastikan tetap berkuasa hingga November nanti. Jika itu terwujud, maka ia akan menjadi PM dengan masa jabatan terlama di Jepang.

    Rekor PM terlama sebelumnya dipegang Taro Katsura, yang memimpin Jepang selama tiga periode antara tahun 1901 dan 1913.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id