Banjir dan Longsor di Asia Selatan Tewaskan 180 Orang

    Willy Haryono - 16 Juli 2019 14:49 WIB
    Banjir dan Longsor di Asia Selatan Tewaskan 180 Orang
    Sejumlah warga berada di sungai Manas yang meluap di tengah cuaca buruk di Assam, India, 15 Juli 2019. (Foto: AFP/DAVID TALUKDAR)
    Dhaka: Cuaca buruk yang memicu banjir serta tanah longsor di sejumlah negara di Asia Selatan masih terus melanda hingga Selasa 16 Juli 2019. Dilansir dari AFP, total jumlah korban tewas sejauh ini mencapai sedikitnya 180 orang.

    Musim hujan merupakan momen penting bagi irigasi dan pasokan cadangan air untuk wilayah miskin di Asia Selatan. Namun, hujan deras juga tak jarang memicu bencana alam di beberapa wilayah di India, Nepal, Bangladesh dan juga Kashmir bagian Pakistan.

    Sedikitnya lima anak-anak dilaporkan tewas tenggelam di tengah cuaca buruk di Bangladesh pada Senin 15 Juli, yang menjadikan total korban di negara tersebut mencapai 34 orang. Dari 34 korban, 18 di antaranya terkena sambaran petir.

    Ratusan ribu orang di Bangladesh bagian utara rentan terkena imbas banjir yang dipicu hujan deras. Menurut otoritas setempat, ketinggian sungai Brahmaputra berada satu meter di atas "level bahaya."

    Di Nepal, sedikitnya 67 orang meninggal meski banjir sudah mulai surut. Rangkaian foto di media memperlihatkan tim penolong menggunakan perahu karet dalam menyelamatkan beberapa keluarga yang terperangkap banjir. Sejumlah pakar kesehatan memperingatkan ancaman munculnya penyakit berbahaya di tengah banjir di Nepal.

    Baca: Korban Tewas Cuaca Buruk di Asia Selatan Lampaui 100

    Sementara di India, hampir 50 orang tewas akibat banjir dan tanah longsor di dua negara bagian, yakni Assam dan Bihar. Otoritas Assam mendeklarasikan status siaga level 'merah' karena banjir sudah sangat membahayakan jiwa. Data terbaru di Assam menunjukkan adanya 11 korban tewas dan 83 ribu lainnya yang telantar akibat banjir. 

    Angka kematian di Bihar mencapai 24 orang, dengan 2,5 juta lainnya terkena dampak bencana baik secara langsung maupun tidak. Dari 24 korban, terdapat tiga anak-anak yang tenggelam saat mereka ingin memeriksa level ketinggian air di sebuah kanal. Dua anak lainnya juga tewas saat bermain dengan selokan yang meluap.

    Kashmir bagian Pakistan juga terkena imbas cuaca buruk. Banjir bandang di tengah hujan deras menewaskan 23 orang dan merusak 120 rumah. Pasokan air dan listrik juga dilaporkan terhambat di tengah bencana.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengaku "siap berkoordinasi dengan otoritas negara-negara terdampak bencana" untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada mereka yang memerlukan.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id