Bantuan RI ke Australia Atas Instruksi Presiden Jokowi

    Marcheilla Ariesta - 30 Januari 2020 21:13 WIB
    Bantuan RI ke Australia Atas Instruksi Presiden Jokowi
    Pemadam kebakaran Australia saat berupaya padamkan api akibat kebakaran hutan. Foto: AFP
    Jakarta: Pemerintah Indonesia akan segera mengirim pasukan bantuan kemanusiaan untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Australia. Bantuan kemanusiaan tersebut berupakan pasukan dari TNI Angkatan Darat.

    Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Desra Percaya mengatakan, bantuan ini sudah ditawarkan Indonesia sejak 3 Januari lalu. Tawaran dukungan bantuan disampaikan Presiden Joko Widodo kepada Perdana Menteri Australia Scott Morrison melalui surat.

    Kepada Medcom.id, Kamis 30 Januari 2020, Desra menambahkan tawaran tersebut dipertegas oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam kesempatan pertemuan dengan Kuasa Usaha Sementara Australia di Jakarta pada 6 Januari 2020.

    "Tawaran tersebut kemudian ditanggapi pihak Australia, yang melalui Australian Defense Force (ADF) menyampaikan mengenai keperluan dukungan bagi rehabilitasi kawasan yang terdampak bencana," tutur Desra.

    Secara teknis, kata dia, telah dilakukan pembicaraan yang melibatkan berbagai pihak di Indonesia dan Australia sejak pertengahan Januari 2020. Ini termasuk kunjungan tim assessment dari TNI dan BNPB ke Canberra dan Sydney pada 21 hingga 24 Januari 2020.

    "Bantuan dari Indonesia diberikan sesuai dengan keperluan masyarakat dan Pemerintah Australia saat ini," ungkapnya.

    Sementara itu, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto mengatakan pengiriman pasukan ini sudah disetujui oleh Komisi I DPR RI.  "Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi I DPR RI tadi terkait dengan rencana pengiriman satu SST terdiri dari batalyon semi kontruksi AD, batalyon marinir, dan dinas konstruksi dari Angkatan Udara yang rencananya akan kita berangkatkan besok," katanya di Kompleks DPR, Jakarta.

    Hadi mengatakan pasukan akan berangkat menggunakan pesawat Hercules TNI AU melalui Kupang. Dari sana, pesawat akan terbang menuju Rosemount, dan pasukan akan menggunakan jalan darat yang disediakan Pemerintah Australia menuju Distrik Eden.

    "Tugas kami di sana membantu Pemerintah Australia dalam rangka memadamkan kebakaran yang ada di sana. Namun, kita diberikan wilayah yang sudah ditentukan berdasarkan hasil penilaian dari TNI dan BNPB yang rencananya juga akan hadir di wilayah Distrik Eden," imbuh dia.

    Sejak September tahun lalu, kebakaran hutan di Australia telah menewaskan sedikitnya 26 orang dan menghancurkan lebih dari 2.000 rumah serta menghanguskan sekitar 10 juta hektare lahan.
     
    Sejumlah peneliti mengestimasi lebih dari satu juta mamalia, burung dan reptil telah mati akibat kebakaran hutan di Australia. Meski hujan mulai turun, otoritas Australia memperingatkan bahwa krisis kebakaran hutan belum berakhir. Masih ada ratusan titik api yang tersebar di beberapa wilayah Negeri Kanguru.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id