Dubes AS Berbelasungkawa atas Meninggalnya Ani Yudhoyono

    02 Juni 2019 21:05 WIB
    Dubes AS Berbelasungkawa atas Meninggalnya Ani Yudhoyono
    Dubes AS untuk Indonesia Joseph R. Donovan. (Foto: Sonya Michaella/Medcom.id)
    Jakarta: Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Joseph R. Donovan Jr. menyampaikan pernyataan belasungkawa atas meninggalnya Ani Yudyonono, istri dari presiden ke-6 Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada Sabtu 1 Juni 2019.

    "Atas nama rakyat Amerika dan Pemerintah Amerika Serikat, saya menyampaikan belasungkawa yang terdalam atas meninggalnya mantan Ibu Negara Ani Yudhoyono. Ibu Yudhoyono adalah pembela yang tidak kenal lelah bekerja untuk kesejahteraan rakyat Indonesia dan juga seorang teman untuk Amerika Serikat," ungkap Dubes Donovan di laman Kedubes dan Konsulat AS di Indonesia.

    "Bersama keluarga dan sahabat beliau, serta rakyat Indonesia, kami turut berduka atas meninggalnya Ibu Ani dan menghargai jasa-jasanya," sambungnya.

    Ucapan duka juga telah disampaikan sejumlah negara sahabat, termasuk dari Malaysia dan juga Singapura. Dari Negeri Jiran Malaysia, Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Wan Azizah Ismail menyampaikan salam takziah untuk keluarga SBY.

    Semoga tabah menghadapi berita duka ini," tulis Wan Azizah di Twitter.

    Ungkapan senada disampaikan Bakal Dubes Malaysia untuk Indonesia Zainal Abidin Bakar. Sembari menjabat tangan SBY, ia menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam.

    "Semoga bisa tetap tabah dan sabar," ujar bakal Dubes Zainal. Mengapresiasi ucapan duka, SBY meminta Zainal untuk menyampaikan salam serta ucapan terima kasih "kepada para pemimpin dan teman-teman di sana."

    Sementara dari Singapura, Presiden serta Perdana Menteri dan Menteri Senior masing-masing menuliskan surat duka untuk SBY dan keluarga.

    Dalam suratnya, Presiden Halimah mengungkapkan belasungkawa mendalam kepada SBY beserta keluarga. Ia menilai Ibu Ani adalah sosok yang dicintai masyarakat Indonesia atas sikapnya yang memancarkan aura kasih sayang.
     
    "Selama masa kepresidenan Anda, banyak orang mengingat dia (Ani) atas keanggunan dan kekuatannya yang mendukung Anda sebagai presiden," tulis Presiden Halimah, dalam surat yang diunggah ke laman Facebook oleh Kedutaan Besar Singapura di Jakarta
     
    Sementara PM Lee mengatakan Ani adalah sahabat dekat dirinya dan juga sang istri, Ho Ching. Ia mengaku sering berinteraksi dengan Ani dari waktu ke waktu.

    Ani mengembuskan napas terakhir pada hari ini, pukul 11.50 waktu Singapura. Ani meninggal setelah menjalani perawatan atas penyakit kanker darah di National University Hosiptal (NUH), Singapura sejak 2 Februari. Jenazah Ani dikebumikan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan pada Minggu 2 Juni pada pukul 15.00 WIB.

    Baca: Megawati Hadir di Pemakaman Ani Yudhoyono



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id