Presiden Moon Undang Kim Jong-un ke KTT ASEAN

    Medcom - 31 Agustus 2019 10:15 WIB
    Presiden Moon Undang Kim Jong-un ke KTT ASEAN
    Presiden Korsel Moon Jae-in (kanan) berjabat tangan dengan Kim Jong-un dengan disaksikan Presiden AS Donald Trump di Panmunjom, 30 Juni 2019. (Foto: AFP/KCNA VIA KNS)
    Seoul: Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengundang pemimpin Korea Utara Kim Jong-un untuk datang ke Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN yang akan digelar di Busan pada akhir November mendatang.

    Moon menilai kehadiran Kim akan menjadi kemajuan yang baik dalam proses perdamaian isu Semenanjung Korea.

    "Kehadiran (Kim) juga akan memberikan Pyongyang kesempatan untuk mengembangkan rencana kerja sama dengan negara-negara Asia Tenggara," kata Moon, dilansir dari laman AsiaNews.it, Jumat 30 Agustus 2019.

    Dalam setahun terakhir, Kim perlahn-lahan menjadi ambivalen. Dia telah beberapa kali bertemu Moon dan juga Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Namun militer Korut masih tetap melanjutkan peluncuran misil balistik ke perairan dekat Semenanjung Korea.

    Meski begitu, Moon tetap optimistis Kim pada intinya menginginkan Semenanjung Korea yang bebas dari segala bentuk senjata nuklir.

    "Dia (Kim) menyatakan bahwa lebih menyukai perkembangan ekonomi ketimbang nuklir. Sekarang, kita membutuhkan aksi nyata ke arah sana," sebut Moon.

    Mengenai KTT ASEAN di Busan pada November mendatang, Moon mengapresiasi seluruh usaha yang dilakukan negara-negara Asia Tenggara. "Fakta bahwa pertemuan historis Washington dan Pyongyang berlangsung di Singapura dan Hanoi memperlihatkan peran konstruktif ASEAN dalam proses perdamaian," ucap Moon.

    Pertengahan Agustus lalu, Kim Jong-un sekali lagi memantau langsung peluncuran "senjata baru" Korut. Uji coba misil pada Jumat 16 Agustus itu merupakan kali keenam yang dilakukan Korut dalam beberapa pekan terakhir.

    Rencana melanjutkan dialog antara Korut dan AS relatif mandek sejak Kim bertemu Presiden Donald Trump di Zona Demiliterisasi pada Juni lalu. Namun Trump mengatakan pekan kemarin bahwa dirinya baru saja menerima "surat yang sangat indah" dari Kim.
     
    Trump juga mengaku sepakat dengan Kim yang menentang latihan militer gabungan AS-Korsel. Namun, Trump menyepakati penentangan itu dari bidang finansial, bukan militer.

    Penulis: Rifqi Akbar



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id