comscore

Untuk Kedua Kali, Korsel Akan Uji Coba Peluncuran Roket Nuri

Marcheilla Ariesta - 21 Juni 2022 11:40 WIB
Untuk Kedua Kali, Korsel Akan Uji Coba Peluncuran Roket Nuri
Roket Nuri dari Korea Selatan yang sempat gagal mengorbit. Foto: AFP
Seoul: Korea Selatan (Korsel) akan melakukan uji peluncuran kedua roket luar angkasa yang diproduksi dalam negeri, Nuri, pada hari ini, Selasa, 21 Juni 2022. Peluncuran kembali dilakukan setelah uji coba pertama delapan bulan lalu.

Pada Senin kemarin, roket dipasang di landasan peluncurannya, di Pusat Luar Angkasa Naro, pantai selatan Korea Selatan. Awalnya uji coba ini dijadwalkan pekan lalu, tapi dibatalkan beberapa jam sebelum peluncuran karena ada masalah pada tangki ruang oksidasi.
Baca: Roket yang Diluncurkan Korsel Gagal Mencapai Orbit.

"Pejabat berwenang akan memutuskan pada Selasa sore (waktu Korea) untuk melanjutkan peluncuran ini," lapor Channel News Asia.

Roket Nuri KSLV-II tiga tahap, yang dirancang oleh Korea Aerospace Research Institute (KARI), merupakan landasan rencana negara itu untuk memulai program luar angkasa dan mencapai tujuan ambisius dalam jaringan 6G, satelit mata-mata, dan bahkan penyelidikan bulan.

Roket ini dirancang untuk menempatkan muatan 1,5 ton ke orbit 600 hingga 800 kilometer di atas Bumi.

Menggunakan teknologi roket Korea, Nuri merupakan kendaraan peluncuran luar angkasa pertama yang dibangun di dalam Negeri Ginseng tersebut. Pada 2013 lalu mereka meluncurkan uji roket juga yang dikembangkan bersama dengan Rusia, namun gagal.

Nuri adalah kunci dari rencana Korea Selatan untuk membangun sistem navigasi berbasis satelit Korea dan jaringan komunikasi 6G. Negara ini juga berencana meluncurkan berbagai satelit militer.

Namun, pejabat menyangkal jika Nuri memiliki kegunaan sebagai senjata. Peluncuran luar angkasa menjadi isu sensitif di Semenanjung Korea sejak lama dengan Korea Utara yang menghadapi sanksi atas program rudal balistiknya.

Dalam tes pertama Nuri pada Oktober tahun lalu, roket menyelesaikan urutan penerbangannya. Sayangnya, mereka gagal menempatkan muatan uji ke orbit setelah mesin tahap ketiganya terbakar lebih awal dari yang direncanakan.

"Para peneliti menyesuaikan tangki helium di dalam tangki pengoksidasi tahap ketiga Nuri untuk mengatasi masalah itu," lapor kantor berita Yonhap.

Mereka menambahkan, selain satelit replika, Nuri akan membawa satelit verifikasi kinerja roket dan empat satelit kubus yang dikembangkan universitas untuk penelitian.

KARI menambahkan, pihaknya berencana untuk melakukan setidaknya empat uji coba peluncuran lagi pada 2027 mendatang.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id