Australia Lakukan Penerbangan Repatriasi Perdana dari India

    Willy Haryono - 15 Mei 2021 17:06 WIB
    Australia Lakukan Penerbangan Repatriasi Perdana dari India
    Sebuah pesawat maskapai Qantas lepas landas dari bandara Sydney, Australia pada 6 Mei 2021. (Saeed KHAN / AFP)



    Canberra: Australia melakukan penerbangan repatriasi perdana dari India setelah Negeri Kanguru melarang masuk semua perjalanan dari negara tersebut bulan lalu. Dalam penerbangan perdana ini, 80 penumpang yang merupakan warga Australia tiba di Darwin dari New Delhi pada Sabtu, 15 Mei 2021.

    Para penumpang diwajibkan memperlihatkan dua hasil negatif tes Covid-19 sebelum bisa masuk ke pesawat maskapai Qantas yang didanai pemerintah. Setelah para penumpang tiba, mereka semua dibawa ke sebuah pusat karantina di Howard Springs untuk menjalani isolasi selama dua pekan.

     



    Pemerintah Australia sempat mendapat kecaman usai melarang masuk semua penerbangan dari dan menuju India bulan lalu. Kebijakan tersebut memicu kritik keras dari anggota parlemen, ekspatriat, dan para diaspora India.

    Total 70 penumpang dilarang naik ke penerbangan patriasi Australia pada Jumat kemarin usai mereka dan beberapa kontak dekatnya dinyatakan positif Covid-19.

    "Kami mengikuti saran medis untuk memastikan perlindungan warga Australia. Saya senang penerbangan perdana telah tiba, dan tentu saja nantinya akan ada penerbangan susulan," kata Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg, dilansir dari laman The Straits Times.

    "Merupakan hal penting untuk melakukan tes (Covid-19) sebelum orang-orang naik ke pesawat tujuan Australia. Itulah proses yang kami terapkan untuk sekarang dan seterusnya," lanjut dia.

    Dua penerbangan repatriasi lainnya dijadwalkan berlangsung bulan ini, dengan sekitar 1.000 warga diestimasi akan tiba di Australia pada akhir Juni mendatang. Saat ini ada sekitar 9.000 warga Australia di India yang meminta pulang dan sudah terdaftar di data pemerintah federal.

    Canberra berencana meningkatkan kapasitas pusat karantina di Howard Springs agar dapat menampung sekitar 2.000 orang per dua pekan mulai Juni mendatang.

    India mencatat lebih dari 300 ribu kasus harian Covid-19 dalam tiga pekan terakhir. Hal ini membuat banyak negara dunia meningkatkan kewaspadaan dan melarang segala bentuk perjalanan dari dan menuju negara tersebut.

    Baca:  Kasus Covid-19 di India Tembus 24 Juta

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id