Jet Tempur Taiwan Tabrakan di Udara, Seorang Pilot Tewas

    Fajar Nugraha - 23 Maret 2021 14:34 WIB
    Jet Tempur Taiwan Tabrakan di Udara, Seorang Pilot Tewas
    Sebuah jet tempur milik Taiwan dalam sebuah manuver latihan. Foto: AFP



    Taipei: Seorang pilot angkatan udara Taiwan tewas dan seorang lainnya hilang pada Senin 22 Maret setelah jet tempur mereka menghilang dalam dugaan tabrakan di udara di lepas pantai selatan pulau itu. Insiden kecelakaan ini dipastikan oleh pejabat militer setempat.

    “Kedua jet F-5E menghilang dari radar sekitar pukul 3.00 sore (Senin 22 Maret 2021) sekitar 2,6 km di lepas pantai daerah pedesaan Pingtung,” kata Pusat Komando Penyelamatan Nasional, seperti dikutip AFP, Selasa 23 Maret 2021.

     



    “Mereka termasuk di antara empat F-5E yang lepas landas sekitar 30 menit sebelumnya untuk misi pelatihan rutin,” ucap pernyataan pusat komando itu,

    Pihak berwenang menambahkan bahwa helikopter dan kapal penjaga pantai telah bergabung dalam pencarian. Salah satu pilot ditemukan tidak sadarkan diri di laut, tetapi tidak dapat diselamatkan dan dinyatakan meninggal di rumah sakit.

    Tim penyelamat masih mencari pilot yang tersisa. Polisi memastikan mereka menemukan kursi dengan parasut terpasang di jalan raya setempat.

    Tabrakan yang tampak itu adalah insiden ketiga dalam setengah tahun terakhir, pada saat pasukan bersenjata pulau yang diklaim Beijing berada di bawah tekanan yang meningkat untuk mencegat pesawat Tiongkok hampir setiap hari.

    Meski angkatan udara Taiwan terlatih dengan baik dan dilengkapi dengan baik, sebagian besar dengan peralatan buatan AS, itu dikerdilkan oleh Tiongkok. Beijing memandang pulau demokratis itu sebagai wilayahnya sendiri dan tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawanya di bawah kendali Tiongkok.

    Kantor Berita Pusat resmi mengatakan angkatan udara sekarang telah melarang armada F-5 yang beroperasi dari pangkalan udara Chihhang, tempat basis pesawat itu.

    Pesawat tempur F-5 buatan AS pertama kali memasuki layanan di Taiwan pada akhir 1970-an dan sebagian besar telah pensiun dari aktivitas garis depan, meskipun beberapa masih digunakan untuk pelatihan dan sebagai cadangan untuk armada utama.

    F-5 lainnya jatuh pada Oktober, menewaskan pilotnya. Bulan berikutnya, F-16 yang jauh lebih modern jatuh di lepas pantai timur Taiwan, yang pilotnya juga tewas.

    Pada Januari tahun lalu, pejabat tinggi militer Taiwan termasuk di antara delapan orang yang tewas setelah sebuah helikopter yang membawa mereka untuk mengunjungi tentara jatuh di daerah pegunungan dekat ibu kota Taipei.

    Insiden tersebut telah menimbulkan kekhawatiran tentang pelatihan dan pemeliharaan. Tetapi juga tekanan yang dialami angkatan udara untuk menanggapi penerbangan penembakan yang berulang di dekat pulau itu.

    Kementerian Pertahanan Taiwan telah memperingatkan pesawat Tiongkok, termasuk drone, terbang berulang kali di zona identifikasi pertahanan udara Taiwan, berusaha untuk melemahkan angkatan udara Taiwan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id