Ketegangan AUKUS, Australia Ungkit 'Pengorbanan' untuk Prancis di Perang Dunia

    Marcheilla Ariesta - 20 September 2021 13:23 WIB
    Ketegangan AUKUS, Australia Ungkit Pengorbanan untuk Prancis di Perang Dunia
    Wakil PM Australia Barnaby Joyce. (AFP)



    Sydney: Wakil Perdana Menteri Australia, Barnaby Joyce, mengatakan negaranya telah membuktikan 'kasih sayang' mereka kepada Prancis melalui pengorbanan tentara selama Perang Dunia I dan II. Pernyataan ini ia sampaikan di saat Negeri Menara Eiffel marah besar atas pembatalan mendadak kontrak kapal selam bernilai miliaran dolar usai pengumuman aliansi AUKUS.

    "Australia tidak perlu membuktikan kedekatan dan kasih sayang mereka, serta keinginan tegas untuk menjaga kebebasan dan kesetaraan Prancis," kata Joyce, dilansir dari Straits Times, Senin, 20 September 2021.

     



    "Kami memiliki puluhan ribu orang yang meninggal di tanah Prancis atau meninggal karena melindungi tanah Prancis dari negara-negara yang mengelilingi mereka, baik dalam Perang Dunia I atau II," imbuhnya.

    Ia mengungkit kembali masa-masa sulit dalam sejarah Prancis sekitar satu abad lalu. Namun, sepertinya hal itu tidak akan meredakan kemarahan Prancis.

    Paris berulang kali mengecam Canberra dan Washington setelah Australia mundur dari kesepakatan untuk membeli 12 kapal selam konvensional Prancis pekan lalu. Negeri Kanguru malah memilih untuk mengakuisisi kapal selam bertenaga nuklir via pakta AUKUS bersama AS dan Inggris.

    Baca:  Masih Kesal Soal AUKUS, Prancis Batalkan Dialog Pertahanan dengan Inggris

    Buntut dari kesepakatan trilateral itu adalah penarikan duta besar Prancis untuk Canberra dan Washington. Para pejabat Prancis menuduh negara-negara itu berbohong hanya demi membentuk AUKUS.

    Pemerintah Australia menekankan pentingnya hubungan dengan Prancis, namun mereka tetap mempertahankan keputusan seputar AUKUS demi kepentingan nasional.

    Meski tidak disampaikan terbuka, namun AUKUS diyakini untuk menghalau dan memerangi pengaruh Tiongkok di kawasan, khususnya Asia Pasifik yang meningkat. Kesepakatan ini juga ditentang, khususnya oleh negara-negara yang berada di kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia dan Malaysia.

    Pasalnya, jika ketegangan kawasan meningkat, keduanya dan negara-negara di kawasan Asia Tenggara pasti akan terkena imbasnya.


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id