Populer Internasional: Kebakaran Pabrik Bangladesh hingga Misi AS di Afghanistan

    Willy Haryono - 10 Juli 2021 11:02 WIB
    Populer Internasional: Kebakaran Pabrik Bangladesh hingga Misi AS di Afghanistan
    Asap hitam mengepul dari kebakaran di sebuah pabrik makanan dan minuman di Rupganj, Narayanganj, Bangladesh, 9 Juli 2021. (Munir Uz zaman / AFP)



    Dhaka: Kebakaran besar melanda sebuah pabrik di Bangladesh, menewaskan sedikitnya 52 orang yang terjebak. Tragedi tersebut menjadi salah satu berita terpopuler di kanal internasional Medcom.id pada Sabtu, 10 Juli 2021.

    Dua berita terpopuler lainnya adalah perkembangan situasi seputar pembunuhan Presiden Haiti dan akhir dari misi Amerika Serikat di Afghanistan.

     



    Berikut selengkapnya:

    1. Kebakaran Pabrik di Bangladesh Tewaskan 52 Orang

    Api yang terus menjalar di sebuah pabrik makanan dan minuman di Rupganj memaksa banyak pekerja melompat menyelamatkan diri dari lantai atas. Polisi Bangladesh mengatakan, sekitar 30 orang terluka dan ratusan kerabat dan pekerja lainnya yang putus asa menunggu dengan cemas di luar pabrik makanan saat api terus berkobar.

    Peristiwa ini semakin menodai catatan keselamatan Bangladesh yang dirusak serangkaian bencana di kompleks industri dan bangunan datar.

    Dua tahun lalu, peristiwa serupa pernah melanda Dhaka. Seperti apa kejadiannya? Cek selengkapnya di sini.

    2. 28 Orang Ditangkap Terkait Pembunuhan Presiden Haiti

    Sedikitnya 28 orang telah ditangkap atas keterlibatan melakukan pembunuhan terhadap Presiden Haiti Jovenel Moise. Polisi Haiti menambahkan, 26 di antara mereka adalah warga Kolombia dan dua warga Amerika Serikat keturunan Haiti.
     
    "Kami telah menangkap 15 warga Kolombia dan dua warga Amerika keturunan Haiti. Tiga warga Kolombia tewas sementara delapan lainnya buron," kata Kepala Polisi Haiti Leon Charles.

    Seperti apa kronologi penyerangan yang menewaskan Presiden Haiti? Cek selengkapnya di sini.

    3. Misi Militer AS di Afghanistan Berakhir 31 Agustus Mendatang

    Misi militer AS di Afghanistan akan berakhir pada 31 Agustus mendatang. Presiden AS Joe Biden mengumumkannya di tengah peperangan antara pasukan Afghanistan dan kelompok Taliban yang kembali pecah usai Washington menarik pasukannya.

    Ia mengatakan hampir 20 tahun AS berada di Afghanistan untuk membunuh Osama bin Laden, pimpinan kelompok Al-Qaeda. AS menginvasi Afghanistan usai serangan 9/11 yang menghancurkan dua gedung pencakar langit di Negeri Paman Sam.

    Apa saran Biden untuk Afghanistan setelah AS mengakhiri misinya? Cek selengkapnya di sini.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id