Angka Kematian Covid-19 di India Naik Lagi, Sentuh 3.998 Per Hari

    Marcheilla Ariesta - 21 Juli 2021 18:21 WIB
    Angka Kematian Covid-19 di India Naik Lagi, Sentuh 3.998 Per Hari
    Warga India yang dirawat ke rumah sakit akibat covid-19. Foto: AFP



    New Delhi: India melaporkan angka kematian akibat pandemi covid-19 tertinggi dalam sebulan terakhir. Pada Rabu, 21 Juli 2021, Kementerian Kesehatan India melaporkan 3.998 kematian akibat covid-19.

    Sebagian besar kasus kematian berasal dari negara bagian Maharashtra. Sebelumnya, negara bagian terkaya di India itu merevisi angkanya, dengan menambahkan 3.509 kasus kematian.

     



    Tidak ada penjelasan resmi yang diberikan untuk koreksi angka kematian, namun pihak berwenang memperkirakan adanya kesalahan di administrasi.

    Sementara itu, kasus baru ditambahkan sebanyak 42.015 dalam 24 jam.

    Dilansir dari Russia Today, pada awal Juni India melaporkan angka kematian satu hari tertinggi akibat covid-19, yakni lebih dari 6.000 kasus. Mayoritas kematian kala itu dilaporkan di negara bagian Bihar, salah satu wilayah termiskin di India.

    Penghitungan resmi korban virus korona di India saat ini mencapai angka 31,2 juta dengan hampir 420 ribu kematian. Angka tersebut berada di bawah Amerika Serikat (AS), dengan kasus lebih dari 34 juta dan 609 ribu kematian.

    Meski demikian, peneliti independen terus mempertanyakan data resmi covid-19 di Negeri Bollywood. Mereka menilai angka infeksi dan kematian di negara itu lebih tinggi dari yang dilaporkan.

    Lembaga penelitian AS, Center for Global Development (CGD) melaporkan, situasi di lapangan sangat buruk dibanding yang dilaporkan pihak berwenang.

    "Yang jelas, secara tragis, terlalu banyak orang yang meninggal," kata CGD dalam laporan mereka.

    CGD memperkirakan antara 3,4 hingga 4,9 juta kematian terjadi di India selama pandemi covid-19. Namun, mereka tidak memungkiri angka tersebut termasuk dengan kematian akibat penyakit lain yang bukan covid-19.

    Pada April dan Mei tahun ini, India dihantam gelombang besar kedua pandemi covid-19. Hampir setiap hari angka kasus di sana lebih dari 350 ribu.

    Sistem kesehatan di negara tersebut kolaps karena banyaknya pasien. Bahkan, rumah sakit sampai kehabisan oksigen untuk merawat para pasien dengan kasus kritis.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id