Australia Berencana Lakukan Tes Massal Korona

    Willy Haryono - 17 Maret 2020 12:35 WIB
    Australia Berencana Lakukan Tes Massal Korona
    Staf medis yang mengenakan pakaian pelindung sedang memeriksa dokumen pasien covid-19 di sebuah rumah sakit. (Foto: AFP/STR)
    Canberra: Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan negaranya kini telah mengonfirmasi lebih dari 300 kasus positif virus korona covid-19. Untuk menekan angka penularan lebih lanjut, ia berencana mengembangkan proses tes massal covid-19.

    "Kami memiliki salah satu proses tes tercanggih di dunia. Kami telah melakukan 30 ribu tes (korona) di Australia, dan saya berharap angka tersebut akan bertambah signifikan dalam 24 jam ke depan," tutur Hunt, seperti dilansir dari Guardian, Selasa 17 Maret 2020.

    Ia menegaskan bahwa tes merupakan "prioritas tertinggi yang absolut" dalam penanganan penyebaran korona di Australia. Hunt terus bekerja dan berkoordinasi dengan Doherty Institute dalam "mengembangkan tes individu" covid-19.

    "Mereka (Doherty Institute) sedang mencari cara untuk memperluas proses tes dan menciptakan proses tes massal terbaru dari apa yang telah kami lakukan di sini," sebut Hunt.

    Tekad Hunt sejalan dengan seruan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang mendorong semua negara untuk memperbanyak tes korona. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyayangkan adanya sejumlah negara yang tidak menjadikan tes korona sebagai salah satu prioritas utama.

    "Kami tidak melihat adanya lonjakan signifikan dalam hal tes, isolasi, dan pelacakan kontak. Padahal ketiga hal tersebut merupakan tulang punggung dari respons (menghadapi covid-19)," tegas Tedros.

    Ia menegaskan bahwa cara paling efektif dalam mencegah infeksi covid-19 dan menyelamatkan banyak nyawa adalah dengan "memutus rantai penularan." Untuk melakukan hal tersebut, lanjut Tedros, negara-negara harus memperbanyak tes korona dan juga isolasi.
     
    "Anda tidak dapat memadamkan api dengan mata tertutup, dan kita juga tidak bisa melawan pandemi ini jika tidak tahu siapa-siapa saja yang terinfeksi," ungkap Tedros.
     
    "Kami memiliki satu pesan sederhana untuk semua negara. Tes, tes, tes. Tolong tes semua kasus terduga korona," pungkasnya.
     
    Data terbaru Universitas Johns Hopkins per Selasa ini mencatat total kasus covid-19 di kancah global telah melampaui 182 ribu, dengan lebih dari 7.100 kematian. Sementara jumlah pasien sembuhnya telah mencapai 79.433.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id