Lockdown Fase Empat, Industri Ritel Melbourne Ditutup Enam Pekan

    Willy Haryono - 03 Agustus 2020 14:09 WIB
    Lockdown Fase Empat, Industri Ritel Melbourne Ditutup Enam Pekan
    Warga Melbourne hanya dibolehkan mengunjungi supermarket yang berjarak sekitar 5 km dari rumah. (Foto: William West/AFP/Getty)
    Melbourne: Industri ritel di kota Melbourne, Australia, akan ditutup hingga enam pekan ke depan di tengah pemberlakuan kebijakan penguncian wilayah (lockdown) fase keempat. Di bawah fase keempat ini, sejumlah industri termasuk retail akan ditutup selama enam pekan mulai Rabu 5 Agustus mendatang.

    Industri lain seperti konstruksi dan manufaktur akan tetap beroperasi di Melbourne, namun tingkat operasional dan jumlah stafnya dikurangi.

    Dikutip dari laman BBC, Senin 3 Agustus 2020, Premier Victoria Daniel Andrews mengatakan pemberlakuan lockdown fase keempat terkait pandemi virus korona (covid-19) ini akan berimbas kepada sekitar 250 ribu pekerja.

    Supermarket, toko grosir, farmasi, dan bank masih akan tetap dibuka dalam kapasitas terbatas.

    Di bawah aturan terbaru di Melbourne, hanya satu orang dari satu keluarga yang boleh keluar rumah untuk berbelanja ke supermarket. Tidak hanya itu, supermarket yang dituju juga tidak boleh berjarak di atas lima kilometer dari rumah masing-masing.

    Kegiatan berbelanja hanya bisa dilakukan selama lebih kurang satu jam. Andrews mengatakan, masyarakat sebaiknya hanya membeli makanan yang diperlukan, bukan menimbun untuk "enam pekan ke depan."

    "Hari ini adalah hari yang berat, dan situasi ke depannya mungkin akan lebih sulit lagi," kata Andrews.

    Aturan jam malam sudah diberlakukan di Melbourne dari pukul 20.00 hingga 05.00. Andrews mengingatkan, penalti bagi mereka yang melanggar aturan akan ditambah dari waktu ke waktu.

    Menteri Pendidikan Dan Tehan mengatakan kepada media Sky News bahwa pemerintah federal "sangat mendukung" Victoria dalam meningkatkan berbagai pembatasan.
     
    "Kami akan terus memberikan dukungan sebanyak yang kami bisa," kata Tehan. "Tidak diragukan lagi, saat ini adalah momen tersulit bagi Victoria," sambungnya.
     
    Australia mampu menekan angka kasus covid-19 jauh di bawah negara-negara lain, namun dengan dampak buruk di bidang perekonomian.
     
    Sejauh ini, berdasarkan data Johns Hopkins University pada Senin ini, Australia mencatat sekitar 18 ribu lebih infeksi covid-19 dengan 221 kematian dan 10.622 pasien sembuh.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id