Pengamat Sebut Persatuan Rakyat Tiongkok Berhasil Kalahkan Korona

    Harianty - 24 Maret 2020 20:13 WIB
    Pengamat Sebut Persatuan Rakyat Tiongkok Berhasil Kalahkan Korona
    Penumpang meninggalkan stasiun kereta Wuhan, Tiongkok. Foto: AFP
    Beijing: Pada 20 Maret pukul 00.00 waktu setempat, tidak ada kasus baru penularan domestik virus korona covid-19 di Tiongkok selama tiga hari berturut-turut. Upaya Negeri Tirai Bambu untuk memerangi epidemi telah mencapai kemenangan bertahap.

    Seperti dilansir dari situs Sina Senin, 23 Maret 2020, Tiongkok tidak hanya memenangkan waktu berharga bagi negara-negara lain untuk mencegah dan mengendalikan pandemi, tetapi juga membawa harapan ke negara-negara lain. Banyak negara secara aktif merangkum dan belajar dari pengalaman Tiongkok.

    Seorang pakar Thailand untuk urusan Tiongkok mengatakan dalam sebuah wawancara dengan wartawan CCTV bahwa persatuan, ketekunan, dan upaya rakyat setempat untuk memerangi pandemi patut dipuji.

    Asong Xi, seorang calon profesor di Departemen Ekonomi di Universitas Nasional Hukum dan Ekonomi di Thailand, telah mempelajari Tiongkok sejak lama. Dirinya telah mengikuti perjuangan pemerintahan Presiden Xi Jinping melawan pandemi.

    Banyak orang bertanya, apa yang telah dilakukan Tiongkok dan bagaimana mengendalikan pandemi dalam waktu sesingkat itu? jawaban Xi: "Saya pikir pertama-tama, pengambilan keputusan para pemimpin nasional sangat penting."

    "Para pemimpin Tiongkok telah mengambil tindakan dengan segera dan tegas, dan mereka memiliki gagasan yang sangat jelas tentang apa yang harus dilakukan terlebih dahulu. Seperti menghadapi periode terburuk wabah, mengendalikan penyebaran virus dan menyelesaikan krisis kesehatan masyarakat adalah prioritas utama, dan ekonomi ditangguhkan. Rakyat telah memberikan kepercayaan dan kerja sama yang besar kepada pemerintah," ungkapnya.

    Di antara berbagai langkah yang diambil oleh Tiongkok diantaranya, percaya bahwa ada hal lain yang layak dipuji, yaitu penggunaan metode teknologi tinggi seperti data besar dan kecerdasan buatan untuk mencegah dan mengendalikan pandemi.

    "Sebagai contoh, menggunakan drone untuk mempublikasikan informasi pandemi dan tindakan pencegahan, polisi berpatroli dengan helm yang dilengkapi dengan detektor suhu cerdas, dan orang-orang yang membeli masker melalui mesin penjual otomatis. Hal ini sepenuhnya mencerminkan perkembangan bidang teknologi tinggi Tiongkok. Sebuah aplikasi yang sebenarnya dari hasil dalam pekerjaan antipandemi ini,” ungkap Xi.

    Sebagai seorang ekonom, Xi sangat prihatin dengan dampak epidemi terhadap ekonomi Tiongkok. Dia menghargai serangkaian langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah Tiongkok.

    Setelah pencegahan dan pengendalian pandemi mencapai keberhasilan, negeri ini memulai kembali pekerjaan dan produksi secara bertahap, dan mempertahankan pembangunan ekonomi dan sosial yang stabil, khususnya memperkenalkan banyak kebijakan dukungan untuk UKM, seperti pengurangan pajak dan pengurangan pinjaman serta suku bunga.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id