comscore

Khawatir Omicron, Selandia Baru Tunda Rencana Buka Perbatasan Hingga 2022

Marcheilla Ariesta - 21 Desember 2021 13:52 WIB
Khawatir Omicron, Selandia Baru Tunda Rencana Buka Perbatasan Hingga 2022
Aktivitas di salah satu sudut kota Wellington, Selandia Baru. (AFP)
Wellington: Selandia Baru menunda rencana pembukaan kembali perbatasan secara bertahap hingga akhis Februari 2022. Kekhawatiran penyebaran varian Omicron yang sangat cepat menjadi penyebab utamanya.

Negara di Pasifik Selatan ini baru saja mulai melonggarkan beberapa pembatasan Covid-19 terberat di dunia. Pembatasan perbatasan internasional rencananya mulai dilakukan Selandia Baru pada Januari mendatang, dan semua turis asing baru akan diizinkan masuk ke Selandia Baru mulai April tahun depan.

 



"Perjalanan non-karantina yang akan dibuka untuk warga Selandia Baru mulai 16 Januari, akan ditunda hingga akhir Februari," ucap Menteri Tanggap Covid-19, Chris Hipkins, dilansir dari New Zealand Herald, Senin, 21 Desember 2021.

"Semua bukti sejauh ini menunjukkan Omicron sebagai varian Covid-19 paling menular," lanjutnya.

Ia mengatakan, keputusan ini memang mengecewakan namun penting bagi keselamatan semua.  Ia menyarankan masyarakat Selandia Baru untuk mempertimbangkan kembali rencana menghabiskan libur Natal dan Tahun Baru.

Penundaan pembukaan perbatasan merupakan langkah antisipasi Selandia Baru, karena Omicron masih menjadi varian Covid-19 yang diselimuti misteri.

Selain menunda pembukaan perbatasan, Selandia Baru juga memperpanjang masa tinggal di fasilitas karantina negara, dari sepekan menjadi 10 hari. Persyaratan tes pra-keberangkatan untuk memasuki Selandia Baru juga dikurangi dari 72 jam menjadi 48 jam sebelum perjalanan.

Maskapai penerbangan nasional Air New Zealand berencana membatalkan sekitar 120 layanan hingga akhir Februari karena penundaan ini. Kebijakan pemerintah dinilai telah berdampak pada sekitar 27.000 pelanggan Air New Zealand.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa keputusan harus diambil agar pemerintah memiliki lebih banyak waktu untuk bersiap menghadapi Omicron.

"Kami melakukan segala yang kami bisa untuk memastikan kami siap," kata Ardern.

Selandia Baru mencatat 22 kasus baru varian Omicron, walau semuanya berada di fasilitas karantina perbatasan. Sejauh ini tidak ada kasus Omicron yang menyebar di tengah masyarakat Selandia Baru.

Baca:  Selandia Baru Akan Tetap 'Hidup Bersama Covid-19' Walau Ada Ancaman Omicron

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id