comscore

Selandia Baru Nyatakan Kelompok Proud Boys dari AS Setara dengan ISIS

Marcheilla Ariesta - 01 Juli 2022 15:07 WIB
Selandia Baru Nyatakan Kelompok Proud Boys dari AS Setara dengan ISIS
Anggota kelompok sayap kanan Amerika Serikat (AS), Proud Boys dinyatakan sebagai kelompok teroris. Foto: AFP
Wellington: Pemerintah Selandia Baru menyatakan kelompok sayap kanan Amerika Serikat (AS), Proud Boys dan The Base sebagai organisasi teroris. Keduanya bergabung dengan 18 kelompok lainnya, termasuk Islamic State (ISIS) dalam daftar tersebut.

Dengan demikian, kelompok ini menjadi ilegal di Selandia Baru, sehingga haram hukumnya mendanai, merekrut atau berpartisipasi dalam kelompok tersebut.
"Pihak berwenang dapat mengambil tindakan terhadap mereka," demikian dikutip dari Times of Israel, Jumat, 1 Juli 2022.

Kelompok ini diperkirakan tidak aktif di Selandia Baru. Namun, negara di Pasifik Selatan itu menjadi lebih peka terhadap ancaman sayap kanan setelah supremasi kulit putih menembak dan membunuh 51 jemaah Muslim di dua masjid Christchurch pada 2019.

Insiden tersebut menginspirasi supremasi kulit putih lainnya di seluruh dunia, termasuk seorang pria kulit putih bersenjata yang membunuh 10 orang kulit hitam di supermarket di Buffalo, New York pada Mei lalu.

Di AS sendiri, Kementerian Luar Negeri hanya mencantumkan kelompok asing sebagai entitas teroris. Namun, Proud Boys tahun lalu juga masuk dalam daftar kelompok teroris di Kanada.

Sementara itu, The Base sudah dinyatakan sebagai kelompok teroris di Inggris, Kanada dan Australia.

"Keterlibatan kelompok itu dalam serangan kekerasan di Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 merupakan tindakan teroris," kata pernyataan pemerintah dalam laporan 29 halaman itu.

Pernyataan itu mengatakan, Proud Boys menghasut massa, mengoordinasikan serangan terhadap petugas penegak hukum dan memimpin perusuh lain ke tempat mereka bisa masuk dalam gedung.

Awal bulan ini, mantan pemimpin Proud Boys, Henry “Enrique” Tarrio, dan empat orang lainnya yang terkait dengan kelompok itu didakwa di Amerika Serikat. Ia didakwa dengan konspirasi hasutan serangan terkoordinasi di Capitol.

Dakwaan tersebut menuduh Proud Boys bersekongkol untuk secara paksa menentang pemindahan kekuasaan presiden yang sah. Kelimanya dijadwalkan untuk diadili pada Agustus mendatang di pengadilan federal Washington, DC.


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id