comscore

India Siap Bantu Pulihkan Ekonomi Sri Lanka

Medcom - 24 Juni 2022 16:52 WIB
India Siap Bantu Pulihkan Ekonomi Sri Lanka
Deretan angkutan umum di Sri Lanka yang tidak beroperasi karena krisis ekonomi. Foto: AFP
Kolombo: Diplomat terkemuka India pada Kamis, 23 Juni 2022 mengisyaratkan bersedia memberikan Sri Lanka lebih dari USD4 miliar sekitar Rp59 triliun dalam bentuk pinjaman, pertukaran dan bantuan.

Sri Lanka menghadapi krisis ekonomi terburuk dalam tujuh dekade, dengan kekurangan devisa menghambat impor kebutuhan pokok seperti makanan, bahan bakar dan obat-obatan.
Negara kepulauan di sebelah tenggara India itu membutuhkan sekitar USD5 miliar  atau Rp74 triliun dalam enam bulan ke depan demi memenuhi kebutuhan dasar 22 juta penduduknya.

Warga Sri Lanka dihadapi kelangkaan barang hingga listrik padam.
 
Baca: Sri Lanka Bangkrut, WNI Terkena Dampaknya.

Menteri Luar Negeri India Vinay Kwatra, didampingi pejabat Kementerian Keuangan, melakukan pembicaraan dengan Presiden Gotabaya Rajapaksa dan Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe di pusat ekonomi negara, Kolombo.

"India siap membantu Sri Lanka dalam pemulihan ekonomi yang cepat melalui dorongan investasi, konektivitas dan penguatan hubungan ekonomi," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri India Arindam Bagchi di Twitter, dikutip dari Channel News Asia, Jumat, 24 Juni 2022.

Pihak India menggelar rapat terpisah dengan Wickremesinghe, gubernur Bank Sentral dan pejabat Kementerian Keuangan, sebagaimana dikatakan seorang pejabat kantor Perdana Menteri.

“Delegasi akan melakukan diskusi dengan pejabat-pejabat senior terkait situasi ekonomi negara serta kebutuhan bantuan jangka pendek dan jangka panjang,” ucap Kemenlu Sri Lanka dalam pernyataannya.

India merupakan sumber utama bantuan asing ke Sri Lanka tahun ini, dengan memberikan lebih dari USD4 miliar.

Kedua negara tetangga itu juga membahas bantuan tambahan, di antaranya kredit USD500 juta untuk bahan bakar dan bantuan dengan mengimpor pupuk dan beras sebagai upaya Sri Lanka untuk mencegah krisis pangan.

Sri Lanka berencana untuk mengadakan konferensi donor dengan Tiongkok, India dan Jepang, sambil melanjutkan pembicaraan dengan Dana Moneter Internasional (IMF) untuk dana talangan sekitar USD3 miliar. (Kaylina Ivani)


(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id