Populer Internasional: Pembatasan Ekspor Vaksin AstraZeneca Hingga Ketatnya Protokol Kesehatan Tiongkok

    Fajar Nugraha - 08 April 2021 08:08 WIB
    Populer Internasional: Pembatasan Ekspor Vaksin AstraZeneca Hingga Ketatnya Protokol Kesehatan Tiongkok
    Produsen vaksin AstraZeneca di India, Serum Institute India (SII) kekurangan dana. Foto: AFP



    New Delhi: Pembatasan ekspor vaksin covid-19 telah membuat Institut Serum India membutuhkan bantuan keuangan dari pemerintah. Perusahaan ini merupakan produsen terbesar untuk vaksin AstraZeneca.

    Kabar tersebut menjadi berita terpopuler Internasional Medcom, bersama dengan beberapa berita lainnya.






    Salah satu yang menjadi terpopuler adalah Indonesia ajak negara D-8 lawan nasionalisme vaksin. Diikuti kabar mengenai ketatnya protokol kesehatan di Tiongkok.

    Ingin mengetahui selengkapnya mengenai berita terpopuler internasional Medcom? Simak berikut ini:


    1. Ekspor Vaksin Dibatasi, Produsen AstraZeneca di India Minta Bantuan Keuangan

    Pembatasan ekspor vaksin covid-19 telah membuat Institut Serum India membutuhkan bantuan keuangan dari pemerintah. Produsen vaksin terbesar di dunia berada di bawah tekanan di dalam negeri akibat kasus virus korona yang melonjak.
     
    Pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi bulan lalu menghentikan ekspor vaksin AstraZeneca yang dibuat oleh Serum Institute of India (SII), ketika negara berpenduduk 1,3 miliar itu mengalami gelombang baru infeksi yang mengkhawatirkan.
     
    “Kondisi tersebut membuat kapasitas produksi di SII, terus terang sangat tertekan,” kata CEO Perusahaan SII, Adar Poonawalla kepada NDTV, Selasa 7 April 2021.

    Apa yang menyebabkan produsen itu kekurangan dana? Simak di tautan ini.

    2. Indonesia Ajak Negara D-8 Lawan Nasionalisme Vaksin

    Indonesia mengajak negara-negara yang tergabung dalam Development 8 (D-8) untuk bersama-sama memerangi virus korona (covid-19). Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Mahendra Siregar menegaskan kolaborasi dan solidaritas harus menjadi inti organisasi ini.
     
    "D-8 harus menjadi platform untuk mengelola dan mengkoordinasikan kerja sama dengan lebih baik dalam mengalahkan virus ini," tutur Mahendra dalam pertemuan tingkat menteri luar negeri D-8 secara virtual, Rabu, 7 April 2021.
     
    Ia menambahkan bahwa D-8 harus menjadi gaya positif dan bagian dari solusi dalam menangani pandemi. Mahendra menyoroti dua poin untuk kerja sama D-8 memberantas virus korona.

    Bagaimana imbaun Indonesia itu? Selanjutnya di sini.

    3. Ketatnya Protokol Kesehatan di Tiongkok, Meski Covid-19 Mulai Hilang

    Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun menegaskan ketatnya Tiongkok dalam menerapkan protokol kesehatan. Dia bahkan harus menjalani karantina, setelah menemani tiga menteri melakukan pertemuan.
     
    “Saya masih melakukan karantina selama lima hari, sebelum kembali ke Beijing karena baru mendampingi tiga menteri yang baru berkunjung ke sini, untuk melakukan pembicaraan-pembicaraan,” ujar Dubes Djauhari, dalam CEO & Leadership Summit 2021, yang disiarkan secara virtual, Rabu 7 April 2021.
     
    “Kenapa saya mulai dari sini. Bahwa walaupun Tiongkok nyaris return to normal, protokol kesehatannya masih dijalankan. Bahkan kami semua yang bertemu, jadi tidak hanya staf-staf kedutaan, tetapi pejabat pemerintah dan pengusaha-pengusaha yang bertemu dengan delegasi Indonesia, kami semua harus karantina lima hari sebelum kembali ke kota nya masing-masing,” cerita Dubes Djauhari.

    Seperti apa ketatnya protokol itu? Simak di tautan ini.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id