Vaksin Covid-19 Sinovac Bentuk Respons Imunitas dengan Cepat

    Fajar Nugraha - 18 November 2020 07:43 WIB
    Vaksin Covid-19 Sinovac Bentuk Respons Imunitas dengan Cepat
    Vaksin keluaran Sinovac, CoronaVac, yang diuji di Brasil dan Indonesia. Foto: AFP
    Beijing: Vaksin covid-19 buatan Sinovac Biotech, CoronaVac, memicu respons kekebalan yang cepat. Tetapi tingkat antibodi yang dihasilkan lebih rendah daripada pada orang yang telah pulih dari penyakit tersebut.

    Temuan ini didapatkan dari hasil uji coba pendahuluan menunjukkan Rabu 18 November. Sementara uji coba tahap awal hingga pertengahan tidak dirancang untuk menilai kemanjuran CoronaVac.

    Para peneliti mengatakan vaksin itu dapat memberikan perlindungan yang cukup, berdasarkan pengalaman mereka dengan vaksin lain dan data dari studi praklinis dengan kera.

    Studi ini menjadi panas menyusul berita optimis bulan ini dari pembuat obat AS, Pfizer dan Moderna serta Rusia yang menunjukkan vaksin eksperimental mereka lebih dari 90 persen efektif berdasarkan data sementara dari uji coba tahap akhir yang besar.

    Baca: Moderna Umumkan Vaksin Covid-19 Buatannya 95 Persen Efektif.

    CoronaVac dan empat vaksin eksperimental lainnya yang dikembangkan di Tiongkok  saat ini sedang menjalani uji coba tahap akhir untuk menentukan keefektifannya dalam mencegah covid-19.

    Temuan Sinovac, yang diterbitkan dalam makalah yang ditinjau oleh rekan sejawat di jurnal medis The Lancet Infectious Diseases, berasal dari hasil uji klinis Fase I dan Fase II di Tiongkok yang melibatkan lebih dari 700 peserta.

    "Penemuan kami menunjukkan bahwa CoronaVac mampu memicu respon antibodi yang cepat dalam empat minggu setelah imunisasi dengan memberikan dua dosis vaksin pada interval 14 hari," kata Zhu Fengcai, salah satu penulis makalah tersebut, seperti dikutip Channel News Asia, Rabu 18 November 2020.

    "Kami yakin ini membuat vaksin cocok untuk penggunaan darurat selama pandemi," kata Zhu dalam pernyataannya.

    Para peneliti mengatakan temuan dari studi besar tahap akhir, atau uji coba Fase III, akan sangat penting untuk menentukan apakah respons kekebalan yang dihasilkan oleh CoronaVac cukup untuk melindungi orang dari infeksi virus corona.
     


    Sinovac saat ini menjalankan tiga uji coba Fase III di Indonesia, Brasil, dan Turki.

    Naor Bar-Zeev dari Universitas Johns Hopkins, yang tidak terlibat dalam penelitian tersebut, mengatakan bahwa hasil tersebut harus ditafsirkan dengan hati-hati sampai hasil Fase III dipublikasikan.

    “Tapi meski begitu, setelah uji coba Fase III selesai dan setelah perizinan, kita harus tetap berhati-hati,” ujarnya.

    Opsi menarik

    CoronaVac adalah satu dari tiga vaksin covid-19 eksperimental yang telah digunakan Tiongkok untuk menyuntik ratusan ribu orang di bawah program penggunaan darurat.

    “Sebanyak dua vaksin lain dalam program darurat Negeri Tirai Bambu. Keduanya dikembangkan oleh institut yang terkait dengan Sinopharm, dan vaksin lain dari CanSino Biologics, juga terbukti aman dan memicu respons kekebalan dalam uji coba tahap awal dan menengah,” menurut jurnal The Lancet Infectious Diseases.

    Gang Zeng, seorang peneliti Sinovac yang terlibat dalam studi CoronaVac, mengatakan vaksin tersebut bisa menjadi pilihan yang menarik karena dapat disimpan pada suhu lemari es normal 2 hingga 8 derajat Celcius dan dapat tetap stabil hingga tiga tahun.

    “(Vaksin) ini akan menawarkan beberapa keuntungan untuk distribusi ke daerah di mana akses ke pendingin sulit," kata penulis.
     


    Sebaliknya, vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer / BioNTech dan Moderna menggunakan teknologi baru yang disebut RNA pembawa pesan sintetis (mRNA) untuk mengaktifkan sistem kekebalan terhadap virus dan membutuhkan penyimpanan yang jauh lebih dingin.

    Vaksin Pfizer harus disimpan dan diangkut pada suhu minus 70 derajat Celcius meskipun dapat disimpan di lemari es normal hingga lima hari, atau hingga 15 hari dalam kotak pengiriman termal. Calon Moderna diharapkan stabil pada suhu lemari es normal selama 30 hari, tetapi untuk penyimpanan hingga enam bulan perlu dijaga pada suhu minus 20 derajat Celcius.

    CoronaVac juga sedang dipertimbangkan oleh Brasil dan Indonesia untuk inokulasi dalam beberapa bulan mendatang.

    Indonesia telah meminta otorisasi darurat untuk memulai kampanye vaksinasi massal pada akhir tahun ini dan vaksin yang diproduksi oleh Sinovac dan Sinopharm Tiongkok dijadwalkan untuk digunakan pada tahap awal kampanye.

    Sao Paulo, Brasil juga berencana untuk meluncurkan CoronaVac pada awal Januari dan telah menyetujui kesepakatan pasokan dengan Sinovac.

    (OGI)
    Read All




    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id