Korsel Perluas Vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin Johnson & Johnson

    Willy Haryono - 01 Juni 2021 14:02 WIB
    Korsel Perluas Vaksinasi Covid-19 dengan Vaksin Johnson & Johnson
    Vaksin covid-19 buatan Johnson & Johnson. (AFP)



    Seoul: Jajaran militer Korea Selatan beramai-ramai mendaftarkan diri untuk menerima vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson pada Selasa ini, 1 Juni 2021. Pemberian vaksin Johnson & Johnson ini merupakan bagian dari perluasan program vaksinasi nasional.

    Korsel telah menerima satu juta dosis vaksin Johnson & Johnson pekan ini. Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden mengumumkan bahwa jumlah vaksin yang akan didistribusikan ke Korsel ditambah hingga hampir dua kali lipat.

     



    Dilansir dari The Straits Times, otoritas Korsel mengalokasikan vaksin Johnson & Johnson untuk personel dan staf terkait militer, termasuk pasukan cadangan dan korps pertahanan sipil. Vaksin ini juga diperuntukkan bagi diplomat dan mereka yang hendak melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri.

    Sekitar 3,7 juta orang masuk kualifikasi penerima vaksin Johnson & Johnson yang hanya membutuhkan satu dosis suntikan. Hingga Selasa siang, jumlah orang yang mendaftar sudah mencapai 646.000.

    Negeri Gingseng telah memvaksinasi sekitar 5,79 juta orang atau berkisar 11 persen dari total populasi. Sebagian besar dari mereka telah menerima suntikan dosis pertama dari vaksin AstraZeneca atau Pfizer.

    Baca:  Korsel Lanjutkan Penggunaan AstraZeneca untuk Usia Tertentu

    Bulan ini, Korsel berencana memvaksinasi hingga 14 juta orang. Seoul mengatakan rencana ini diyakini akan berjalan lancar karena pasokan vaksin Covid-19 akan terus berdatangan sepanjang Juni.

    Selain itu, Korsel menilai kesediaan warga untuk divaksinasi memperlihatkan tren peningkatan.

    Sebuah survei pada Mei lalu menunjukkan bahwa 69,2 persen responden di Korsel mau divaksinasi, naik dari 61,4 persen satu bulan sebelumnya. Mulai Selasa ini, Korsel membolehkan warga melakukan pertemuan keluarga tanpa pembatasan atau mengunjungi panti jompo, jika mereka sudah divaksinasi setidaknya satu dosis.

    Mulai Juli mendatang, warga Korsel yang sudah divaksinasi secara menyeluruh akan diperbolehkan tidak memakai masker saat berada di luar ruangan.

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id