PM Australia: Vaksinasi Saja Tak Akan Akhiri Lockdown di Sydney

    Fajar Nugraha - 29 Juli 2021 17:05 WIB
    PM Australia: Vaksinasi Saja Tak Akan Akhiri Lockdown di Sydney
    Lockdown di Sydney, Australia diperpanjang hingga 4 minggu. Foto: AFP



    Sydney: Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan vaksinasi saja tidak akan mengakhiri penguncian atau lockdown akibat covid-19 di Sydney. Kota dengan penduduk terbesar di negara itu menghadapi satu bulan lagi di bawah pembatasan ketat untuk membasmi wabah varian Delta.

    "Maksud saya, vaksinasi pasti dapat membantu. Tetapi tingkat rendah (vaksinasi) yang perlu kita tingkatkan dan itu pasti akan membantu upaya penguncian tetapi dengan sendirinya tidak akan menghentikan penguncian," ucap Morrison kepada Nine News, Kamis 29 Juli 2021.

     



    Baca: Covid-19 Belum Reda, Sydney Perpanjang Lockdown Hingga Akhir Agustus.

    Morrison berharap penguncian yang diperpanjang dan pembatasan yang lebih ketat pada pergerakan yang diberlakukan di daerah-daerah yang terkena dampak terburuk di Sydney dapat menahan varian Delta yang ‘sangat mematikan’.

    Melihat hanya sekitar 17 persen orang di atas 16 tahun yang divaksinasi covid-19 penuh di negara bagian New South Wales, yang merupakan ibu kota Sydney, infeksi terus meningkat meskipun Greater Sydney dikunci sejak 26 Juni.

    Lebih dari 2.500 kasus telah terdeteksi sejauh ini dalam wabah terburuk negara bagian tahun ini, dengan 165 orang dirawat di rumah sakit. 56 pasien berada dalam perawatan intensif, 22 di antaranya membutuhkan ventilasi.

    "Apa yang kami lihat adalah angka yang terus muncul. Kami tidak akan berpura-pura bahwa kami memiliki setiap jawaban, karena kami tidak memilikinya," kata Wakil Perdana Menteri Negara Bagian John Barilaro.

    Sebanyak 177 kasus terdeteksi, sebagian besar di ibu kota negara bagian Sydney pada Rabu - kenaikan harian terbesar sejak Maret 2020.

    Penguncian yang diperpanjang di Greater Sydney terhadap sekitar 6 juta orang diperkirakan akan berdampak besar pada ekonomi Australia senilai 2 triliun dolar Australia dengan banyak bisnis terpaksa ditutup. Hal tersebut meningkatkan prospek negara yang mencatat resesi kedua dalam beberapa tahun.

    Menteri Keuangan Josh Frydenberg mengatakan, dia memperkirakan ekonomi nasional menyusut pada kuartal September tetapi berharap Australia dapat menghindari resesi jika New South Wales menekan wabah virus korona segera.

    "Sehubungan dengan kuartal Desember, itu sangat bergantung pada seberapa sukses New South Wales, ekonomi negara bagian terbesar kita, dalam mengatasi virus ini," pungkas Frydenberg kepada Australian Broadcasting Corp.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id