comscore

Berat Badan Kim Jong-un Turun 20 Kilogram, Intel Korsel Lakukan Analisa

Medcom - 29 Oktober 2021 13:49 WIB
Berat Badan Kim Jong-un Turun 20 Kilogram, Intel Korsel Lakukan Analisa
Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un tampil lebih ramping. Foto: AFP
Pyongyang: Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) disebut-sebut menggunakan teknik canggih untuk menganalisis mengapa pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un tampak kehilangan 20 kilogram berat badannya.

Meskipun begitu, NIS mengatakan, kepada anggota parlemen bahwa Kim Jong-un tetap sehat dan berusaha meningkatkan loyalitas publik kepadanya dalam menghadapi masalah ekonomi yang memburuk.
Dilansir dari The Guardian, Jumat, 29 Oktober 2021, kesehatan Jong-un telah menjadi fokus perhatian luar yang tajam dalam beberapa bulan terakhir. Pemimpin berusia 37 ini tampak lebih kurus di foto dan video media pemerintah. 

Kim Jong-un belum secara terbuka menunjuk penggantinya dan beberapa ahli mengatakan ketidakmampuan mendadak dapat memicu kekacauan di negara miskin bersenjata nuklir itu. 

Terlepas dari penampilannya yang lebih kurus, pengamat Korut mengatakan, Kim Jong-un tidak memiliki masalah kesehatan yang jelas. Penurunan berat badannya mungkin merupakan hasil dari upayanya untuk memperbaiki kondisi fisik.

Mereka pun mencatat, suami dari Ri Sol-ju itu melanjutkan kegiatan publiknya yang biasa dan tidak terdapat perkembangan aneh yang terlihat dalam video yang dikeluarkan Korut. Namun, rumor yang belum dikonfirmasi tentang dia terus muncul.

Sebuah tabloid mengklaim, penampilan publik baru-baru ini menggunakan efek menipu. Anggota Parlemen Kim Byung-kee mengatakan, menolak laporan NIS dan menyebutnya tidak berdasar. 

NIS mengatakan kepada sesi parlemen, berat badan Jong-un telah turun dari sekitar 140 kilogram menjadi 120 kilogram. Sebelumnya NIS pun menyatakan, Kim Jong-un memiliki tinggi sekitar 170 centimeter.

Kim Jong-un bahkan disebut telah terlibat dalam kegiatan publik selama 70 hari sepanjang tahun ini, meningkat sebanyak 45 persen dari periode yang sama tahun lalu. Byung-kee juga menjelaskan, NIS menemukan Jong-un memiliki foto mendiang ayah dan kakeknya yang memerintah Korut, sebelum ia dikeluarkan dari ruang konferensi Partai Buruh Korea (PBK).

Anggota parlemen lain, Ha Tae-keung yang juga mengutip NIS mengatakan, Korut telah mulai menggunakan istilah “Kimjongunisme,” sebuah ideologi politik yang dinamai, Kim Jong-un yang independen dari ideologi yang ada. Dinamai menurut nama ayah dan kakeknya, “Kimjongilisme” dan “Kimilsungisme”.

Setelah sekitar 10 tahun menjabat, Jong-un disebut berjuang untuk mengatasi periode terberat dalam pemerintahannya yang disebabkan oleh kesulitan ekonomi yang diperparah oleh pandemi covid-19.

Menurut NIS, perdagangan tahunan Korut dengan Tiongkok, sekutu utama dan jalur kehidupan ekonominya. Angka ini turun dua pertiga menjadi lebih dari dua triliun rupiah hingga September 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

NIS juga menguatkan laporan baru-baru ini oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Korut mulai melonggarkan pembatasan perbatasan covid-19 yang keras untuk menerima bantuan dari luar. Korut belum melaporkan kasus virus korona. 

Disamping itu, para ahli mempertanyakan klaimnya tentang rekor sempurna. Menurut anggota parlemen Korsel lainnya, Ha Tae-keung, NIS belum melihat tanda-tanda wabah covid-19 yang besar. Terlepas dari kontrol perbatasan terkait virus yang parah, Korut belum menunjukkan persyaratan mendesak yang sama untuk vaksin dikarenakan vaksinasi massal kerap tertunda akibat kekurangan global.

Tae-keung pun menerangkan, Korut telah menolak tawaran luar untuk vaksin Rusia dan Tiongkok. NIS juga telah menentukan, Korut belum menunjukkan minat untuk mendapatkan vaksin Pfizer, yang akan membutuhkan negosiasi dengan pembuat obat dan AS. (Nadia Ayu Soraya)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id