comscore

Australia Bersikeras Tiongkok Bahayakan Pesawat Patroli Mereka

Marcheilla Ariesta - 08 Juni 2022 16:52 WIB
Australia Bersikeras Tiongkok Bahayakan Pesawat Patroli Mereka
PM Australia Anthony Albanese saat berkunjung ke Jakarta, 6 Juni 2022. (ADEK BERRY / AFP)
Canberra: Australia bersikeras bahwa pesawat patroli mereka berada di wilayah udara internasional ketika sebuah jet tempur Tiongkok mencegatnya. Pesawat Tiongkok dilaporkan melepaskan sejumlah material aluminium yang disebut-sebut memasuki bagian mesin pesawat Australia.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menanggapi singkat ketika ditanya mengenai masalah antara Canberra dan Beijing terkait insiden 26 Mei. Pemerintah Australia menggambarkan tindakan Tiongkok sebagai sesuatu yang 'sangat berbahaya.'
"Insiden ini terjadi di wilayah udara internasional," kata PM Albanese, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 8 Juni 2022.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Tiongkok, Tan Kefei mengatakan, pesawat patroli anti-kapal selam P-8A Australia mendekati wilayah udara Kepulauan Paracel di Laut China Selatan. Tiongkok menamai kepulauan itu sebagai Xisha dan menganggapnya sebagai bagian dari wilayah mereka.

Tan mengatakan, pihak Tiongkok mengeluarkan peringatan untuk mengusir pesawat Australia karena dianggap mengancam kedaulatan dan integritas wilayah.

"Pemerintah (Australia) menyebarkan informasi palsu," kata Tan.

Namun, Negeri Kanguru menegaskan, pesawat Tiongkok memotong di depan pesawat patroli dan melepaskan sekam. Beberapa di antaranya, kata PM Albanese, masuk ke dalam mesin.

Sebagai informasi, sekam atau chaff dirancang untuk membingungkan rudal yang dipandu radar.

Spekulasi mencairnya hubungan dingin antara Australia dan Tiongkok setelah Partai Buruh kiri-tengah Albanese memenangkan pemilihan 21 Mei hanya berumur pendek. Padahal saat itu PM Tiongkok Li Keqiang mengirimkan ucapan selamat beberapa hari setelah kemenangan Albanese.

Tetapi, Australia dan Tiongkok kembali bersitegang, termasuk mengenai insiden pencgatan jet.
 
Hubungan kedua negara telah memburuk dalam dua tahun terakhir, setelah Canberra menyerukan penyelidikan independen tentang asal usul pandemi virus korona dan melarang raksasa telekomunikasi Huawei membangun jaringan 5G Australia.
 
Tiongkok - mitra dagang terbesar Australia - menanggapinya dengan menerapkan tarif atau mengganggu lebih dari belasan industri utama, termasuk anggur dan batu bara.

Baca:  Tiongkok Peringatkan 'Konsekuensi Serius' kepada Australia usai Insiden Jet

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id