Tiongkok Berharap Media Asing Lebih Objektif Beritakan Xinjiang

    Willy Haryono - 23 Februari 2021 08:44 WIB
    Tiongkok Berharap Media Asing Lebih Objektif Beritakan Xinjiang
    Juru bicara Kemenlu Tiongkok Wang Wenbin saat menggelar konferensi pers di Beijing pada 9 November 2020. (GREG BAKER/AFP)
    Beijing: Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengklaim bahwa saat ini semakin banyak orang dari komunitas internasional yang memahami kondisi sebenarnya di Xinjiang. Orang-orang itu juga diklaim telah memahami penerapan kebijakan Tiongkok terhadap Xinjiang.

    Wang Wenbin, juru bicara Kemenlu Tiongkok, berharap media-media asing di luar sana juga akan bersikap serupa dan memberitakan seputar Xinjiang secara lebih adil dan objektif.

    Pernyataan Wang disampaikan dalam merespons artikel situs berita independen Grayzone, yang mengindikasikan bahwa tuduhan pemerintah Amerika Serikat mengenai "genosida" di Xinjiang didasarkan dari laporan peneliti berhaluan sayap-kanan asal Jerman, Adrian Zenz, dan berbagai rumor lainnya..

    Wang mengatakan bahwa artikel Zenz penuh dengan penyalahgunaan data, penyelewengan informasi, kasus-kasus fiktif, sumber tebang pilih, dan kontradiksi logis.

    "Artikel tersebut memperlihatkan wajah sebenarnya dari Zenz, dan membuktikan bahwa tuduhan genosida adalah kebohongan belaka," tutur Wang, dikutip dari laman Xinhua pada Selasa, 23 Februari 2021.

    Menurut Wang, Zenz dan pasukan "anti-Tiongkok" sering membuat rumor tak berdasar mengenai Xinjiang demi kepentingan politik. Pembuatan rumor juga disebutnya sebagai upaya mencoreng citra Tiongkok di mata dunia.

    "Tidak peduli seberapa lihainya mereka membuat trik, semuanya itu lemah di hadapan fakta-fakta sebenarnya," ucap Wang.

    Ia berharap komunitas internasional dapat melihat secara jelas 'wajah' di balik kekuatan anti-Tiongkok di luar sana. Masyarakat global diminta untuk tidak langsung percaya terhadap rumor dan kebohongan sebelum memeriksa faktanya terlebih dahulu.

    Sebelumnya, Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia merespons artikel media BBC mengenai dugaan pemerkosaan massal di Xinjiang. Kedubes Tiongkok menegaskan bahwa laporan tersebut "sama sekali tidak sesuai fakta."

    Baca:  Kedubes Tiongkok Tegaskan Isu Pemerkosaan di Xinjiang Hoaks

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id