Populer Internasional: Kim Jong-un Eksekusi Pejabat Bursa Hingga Israel Sudah Lama Incar Ilmuwan

    Fajar Nugraha - 02 Desember 2020 08:04 WIB
    Populer Internasional: Kim Jong-un Eksekusi Pejabat Bursa Hingga Israel Sudah Lama Incar Ilmuwan
    Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un eksekusi pejabat bursa. Foto: AFP
    Pyongyang: Kim Jong-un dikabarkan melakukan eksekusi pejabat bursa di Korea Utara karena krisis keuangan yang terjadi. Pejabat itu dieksekusi karena di pasar mata uang Pyongyang bulan lalu karena fluktuasi nilai tukar yang tiba-tiba berubah.

    Kabar itu menjadi berita terpopuler di Internasional Medcom.id sepanjang Senin 1 Desember 2020.

    Selain juga ada artikel Iran yang mengecam sikap diam organisasi internasional atas pembunuhan ilmuwan nuklir Mohsen Fakhrizadeh.

    Kemudian Israel dikabarkan sudah lama menargetkan pembunuhan ilmuwan nuklir Iran. Berikut selengkapnya berita terpopuler Internasional Medcom.id.


    1. Krisis Keuangan, Kim Jong-un Eksekusi Pejabat Pasar Mata Uang Korut

    Badan Intelijen Korea Selatan mengatakan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un menanggapi kesulitan ekonomi dengan cara yang tidak rasional. Kabarnya, ia mengeksekusi tokoh ternama di pasar mata uang Pyongyang bulan lalu karena fluktuasi nilai tukar yang tiba-tiba berubah.
     
    Negara itu mengalami kesulitan ekonomi berupa kenaikan inflasi dan penurunan aktivitas industri.
     
    Laman KBS, Selasa, 1 Desember 2020 melaporkan berdasarkan kelompok pemantau Korut di Seoul, nilai tukar won terhadap dolar Korea Utara baru-baru ini turun secara signifikan.

    Seperti apa kekejaman Kim Jong-un? Selanjutnya di sini.


    2. Iran Kecam Sikap Diam Organisasi Internasional Atas Pembunuhan Ilmuwan

    Duta Besar Iran untuk Organisasi Internasional di Wina, Austria mengecam badan-badan dunia karena bersikap diam atas tindakan terorisme yang menargetkan bangsa Iran dan tokoh elitenya.

    Kazem Gharibabadi membuat pernyataan dalam sebuah surat pada hari Senin kepada Direktur Eksekutif Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) Ghada Fathi Waly, menyusul pembunuhan baru-baru ini terhadap ilmuwan senior Iran Mohsen Fakhrizadeh.

    Duta Besar Iran itu juga menekankan bahwa bukti yang jelas dan konkret menunjukkan bahwa Israel memainkan peran dan bertanggung jawab atas serangan teroris. Terutama yang berkaitan dengan fakta bahwa para pejabat Israel telah berulang kali berbicara tentang Fakhrizadeh dan juga menyusun plot untuk membunuhnya.

    Bagaimana bentuk kecaman dari Dubes Iran? Selanjutnya di sini.


    3. Pengamat: Israel Sudah Lama Menargetkan Pembunuhan Ilmuwan Nuklir Iran

    Pembunuhan ilmuwan nuklir Iran, Mohsen Fakhrizadeh dinilai sudah ditargetkan sejak lama. Pengamat Internasional Universitas Padjajaran, Teuku Rezasyah menuturkan, memang ada indikasi ke arah keterlibatan Israel dalam pembunuhan tersebut.
     
    "Ilmuwan nuklir memang sudah lama ditargetkan oleh Israel, karena merupakan salah satu ilmuwan nuklir terbaik dunia," kata Rezasyah kepada Medcom.id, Selasa, 1 Desember 2020.
     
    Selain ilmuwan nuklir, kata Rezasyah, Israel juga akan menargetkan instalasinya. Hal ini seperti yang dilakukan atas instalasi Nuklir Osirak pada masa Saddam Hussein.

    Apa yang menjadi alasan dari Israel? Selanjutnya di sini.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id