Menlu Empat Negara Kecam Penangkapan 55 Aktivis Hong Kong

    Willy Haryono - 10 Januari 2021 15:02 WIB
    Menlu Empat Negara Kecam Penangkapan 55 Aktivis Hong Kong
    Ben Chung (tengah) merupakan salah satu aktivis demokrasi Hong Kong yang ditangkap pada 6 Januari 2021. (AFP)
    Canberra: Menteri Luar Negeri dari Australia, Amerika Serikat, Inggris, dan Kanada bersama-sama mengekspresikan "kekhawatiran serius" atas penangkapan yang dilakukan Tiongkok terhadap 55 aktivis dan pendukung gerakan demokrasi di Hong Kong pekan kemarin. Puluhan aktivis itu ditangkap atas tuduhan melanggar Undang-Undang Keamanan Nasional.

    Dalam sebuah pernyataan gabungan pada Minggu, 10 Januari 2021, keempat Menlu menyerukan Tiongkok untuk menghormati kebebasan masyarakat Hong Kong. Mereka juga mengecam penggunaan UU Keamanan Nasional dalam penangkapan 55 aktivis demokrasi.

    "Sudah jelas UU Keamanan Nasional digunakan untuk membungkam suara kritik dan mengeliminasi pandangan politik yang berbeda," ujar keempat menlu, dilansir dari laman Al Jazeera.

    Penangkapan 55 aktivis Hong Kong pada Rabu kemarin melibatkan 1.000 polisi. Sejauh ini, penangkapan tersebut merupakan aksi terbesar Tiongkok dalam menggunakan UU Keamanan Nasional yang disahkan tahun lalu.

    Baca:  Puluhan Aktivis Ditangkap di Bawah UU Keamanan Nasional Hong Kong

    Pemerintah Tiongkok menegaskan bahwa UU tersebut dibutuhkan untuk memulihkan ketertiban di Hong Kong usai terjadinya aksi protes masif sepanjang 2019.

    Para aktivis yang ditangkap belum didakwa, dan tiga dari mereka telah dibebaskan dengan uang jaminan. Dakwaan dapat membuat mereka semua tidak bisa mencalonkan diri untuk jabatan politik apapun di Hong Kong.

    Keempat menlu mengatakan bahwa pemilu legislatif selanjutnya di Hong Kong harus melibatkan kandidat dari berbagai spektrum politik.

    "Kami menyerukan otoritas Hong Kong dan Tiongkok untuk menghormati hak serta kebebasan masyarakat Hong Kong," tulis keempat menlu.

    Pernyataan gabungan tersebut telah ditandatangani Menlu Marise Payne dari Australia, Francois-Philippe Champagne asal Kanada, Dominic Raab dari Inggris, dan Mike Pompeo yang mewakili AS.

    Kamis kemarin, Pompeo mengatakan bahwa Washington mungkin akan menjatuhkan sanksi kepada mereka yang terlibat dalam penangkapan para aktivis.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id